Eventbogor.com – Dugaan ditemukannya belatung dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menuai sorotan luas dari masyarakat dan lembaga pengawas.

Kejadian ini menjadi sorotan utama dalam pembahasan kualitas dan keamanan pangan di program pemerintah yang menyasar anak-anak usia sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis di Bogor kembali dipertanyakan setelah aduan dari wali murid viral di media sosial pada Jumat (24/4).

Orang tua siswa melaporkan adanya belatung dalam buah yang disajikan, menyebabkan sejumlah anak enggan mengonsumsi makanan tersebut karena dianggap tidak layak.

Kasus ini memicu respons cepat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Kajian Strategis Kawal Transparansi dan Reformasi Kabupaten Bogor yang menyatakan keprihatinan mendalam.

Mereka menilai kejadian ini mencerminkan kelalaian serius dari pengelola Satuan Pendidikan Penyelenggara Program (SPPG).

Direktur LBH, Nurdin Ruhendi, menekankan bahwa program yang ditujukan untuk generasi muda harus mengedepankan standar keamanan dan higienitas makanan.

Menurutnya, temuan belatung dalam makanan merupakan ironi dari program pemerintah yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan anak.

Nurdin mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau instansi terkait untuk menutup SPPG yang terbukti lalai dalam menjaga kualitas makanan.

Ia juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai distribusi dan penyajian dalam program MBG di wilayah Bogor.

BACA JUGA :  Untuk Pertama Kalinya, Nyamuk Hidup di Islandia — Sinyal Nyata Perubahan Iklim