Eventbogor.com – Kondisi penerangan jalan di sepanjang Jalan Raya Nasional yang menghubungkan Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Leuwisadeng, hingga Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan publik.
Permasalahan utama terletak pada tidak berfungsinya sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang membuat ruas jalan gelap gulita saat malam hari.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan mengingat jalur tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat Bogor Barat dalam beraktivitas menuju pusat Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Jakarta, maupun Bandung.
Perbaikan PJU di Bogor Barat menjadi fokus utama mengingat pentingnya infrastruktur penerangan bagi keselamatan pengguna jalan.
Beberapa titik lampu jalan di wilayah Leuwisadeng telah berhasil diperbaiki dan kembali menyala menurut laporan petugas dari Dishub LAJ PJU yang sedang bertugas di lapangan.
Namun, di perbatasan Kecamatan Leuwisadeng dan Cigudeg, baru dua titik PJU yang berhasil difungsikan kembali.
Satu di antara petugas yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa banyak kabel pada tiang PJU di wilayah Cigudeg ditemukan dalam kondisi putus atau hilang.
Dugaan sementara, kabel tersebut dicuri, sehingga menyebabkan lampu jalan tidak dapat menyala meski tiang dan fitting lampu masih utuh.
Proses perbaikan sebenarnya telah dimulai sejak dua pekan lalu dan terus berlangsung secara bertahap di sejumlah lokasi strategis.
Beberapa lampu berhasil dinyalakan kembali, tetapi kendala utama tetap terletak pada rusak dan hilangnya kabel yang menyulitkan proses pemulihan penuh.
Petugas tersebut menambahkan bahwa laporan resmi mengenai kerusakan dan pencurian kabel telah disampaikan kepada pihak terkait untuk percepatan penanganan.
Kami sudah melakukan perbaikan di sejumlah titik, tetapi karena banyak kabel terputus, sebagian lampu masih belum bisa menyala, ujar petugas saat ditemui di lokasi perbaikan, Selasa (10/3/2026).
Laporan juga sudah disampaikan agar segera ada tindak lanjut, lanjutnya.
Sebelumnya, pada Sabtu malam (28/2/2026), sejumlah pengendara melaporkan rasa cemas saat melintasi jalur tersebut akibat minimnya penerangan.
Puluhan titik PJU diketahui tidak berfungsi sepanjang ruas jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi Bogor Barat.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta aktivitas kriminal di area gelap.
Asep, seorang pengendara sepeda motor yang rutin melintas di jalur tersebut, menyampaikan harapannya agar pemerintah segera menuntaskan perbaikan penerangan jalan.
Harusnya instansi terkait bisa melihat kondisi jalan yang gelap seperti ini, kata Asep.
Ini kan jalan utama yang sering dilalui masyarakat.
Keberadaan PJU yang berfungsi optimal bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut aspek keamanan dan keselamatan publik.
Warga berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga diikuti dengan langkah-langkah pencegahan seperti pemantauan rutin dan sistem keamanan untuk mencegah pencurian kabel di masa depan.
Dengan perbaikan PJU di Bogor Barat yang berjalan bertahap, diharapkan kondisi penerangan jalan dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Komitmen pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur vital seperti ini menjadi ujian penting di tahun 2026.
