Eventbogor.com – Mahasiswi Telkom University, Nadira Az-Zahra (21), yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (30/6/2026), kini telah ditemukan dalam keadaan sehat.

Kejadian ini sempat menjadi perhatian publik setelah kabar hilangnya Nadira menyebar luas di media sosial dan grup komunitas kampus.

Pihak universitas secara resmi mengonfirmasi bahwa mahasiswinya telah ditemukan dan berada dalam kondisi baik.

Telkom University melalui keterangan resminya menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga dan otoritas terkait selama proses pencarian berlangsung.

Kami bersyukur Nadira telah ditemukan dalam keadaan sehat dan kembali ke lingkungan keluarga dengan aman, ujar perwakilan Telkom University.

Universitas juga mengimbau seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga komunikasi dengan pihak keluarga dan satuan pendidikan, terutama saat berada dalam situasi yang tidak biasa.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sistem pelaporan dini dan sinergi antarpihak dalam menangani kasus orang hilang, terutama yang melibatkan pelajar atau mahasiswa.

Pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga, dibantu oleh komunitas kampus dan relawan lokal di Bandung.

Meskipun tidak ditemukan indikasi kriminal, pihak kampus tetap akan melakukan pendampingan psikologis sebagai bentuk dukungan pasca-kejadian.

Nadira Az-Zahra merupakan mahasiswa aktif di salah satu fakultas teknologi informasi di Telkom University, dikenal aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi kampus.

Kabar temuan ini disambut lega oleh rekan-rekan mahasiswa dan dosen pembimbingnya.

BACA JUGA :  Pasca Demo, Bupati Bogor Ajak Warga Jaga Kondusivitas: Stabilitas Kunci Kemajuan

Universitas berterima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat yang telah membantu menyebarkan informasi dan mendukung proses pencarian.

Ke depan, Telkom University berencana memperkuat sistem keamanan dan komunikasi internal untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya pencarian dan meminta privasi untuk proses pemulihan Nadira.

Kasus ini menjadi sorotan penting dalam konteks keselamatan dan perlindungan mahasiswa di lingkungan perkotaan pada tahun 2026.