Eventbogor.com – Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, Parung Panjang (AMCRP) Kabupaten Bogor menyampaikan pernyataan sikap resmi pada 22 April 2026 terkait dampak penutupan sementara aktivitas pertambangan di wilayahnya.

Penutupan tambang berdampak luas terhadap perekonomian lokal dan mata pencaharian masyarakat, sehingga menjadi sorotan utama dalam pernyataan ini.

AMCRP menekankan bahwa dampak penutupan pertambangan di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang telah mengganggu kestabilan ekonomi ribuan keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

Sejak penghentian sementara operasional tambang, banyak pekerja seperti sopir angkutan, buruh harian, dan mekanik kehilangan penghasilan secara tiba-tiba.

Roda perekonomian lokal yang selama ini bergantung pada aktivitas tambang juga ikut melambat, termasuk usaha mikro seperti warung, bengkel, dan penginapan.

Banyak pelaku usaha menghadapi ketidakpastian masa depan akibat menurunnya arus pendapatan dari sektor pendukung tambang.

Dani Murdani, koordinator aksi AMCRP, menyatakan bahwa penutupan ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup masyarakat yang telah lama bergantung pada industri pertambangan.

Menurutnya, banyak warga saat ini tidak memiliki alternatif pekerjaan lain dan mengalami kesulitan ekonomi yang serius.

AMCRP juga mengkritik pelaksanaan program bantuan sosial (bansos) yang dijanjikan pemerintah selama masa penutupan tambang dari Oktober 2025 hingga April 2026.

Bantuan tersebut dinilai belum dirasakan secara merata oleh masyarakat terdampak.

BACA JUGA :  Gencatan Senjata di Gaza: Harapan Baru di Tengah Luka Lama