Eventbogor.com – Pencarian wisatawan yang tenggelam di Curug Ciparay, Pamijahan, Kabupaten Bogor, akhirnya berakhir dengan ditemukannya korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Pencarian wisatawan di Curug Ciparay menjadi fokus utama tim SAR gabungan setelah laporan kejadian masuk pada Minggu dini hari.

Korban, Nadzar Fanani (31), ditemukan pada pukul 09.25 WIB di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 hingga 3 meter.

Upaya pencarian wisatawan di Curug Ciparay dilakukan secara intensif oleh 85 personel gabungan dari berbagai instansi.

Tim SAR menggunakan metode ESAR, visual darat, penjangkauan, dan penyelaman untuk melokalisasi keberadaan korban.

Peristiwa tenggelamnya wisatawan di Curug Ciparay terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.

Korban diduga terseret arus deras saat sedang berenang di area sekitar pusaran air yang berbahaya.

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pengunjung untuk lebih waspada saat beraktivitas di kawasan wisata alam.

Laporan resmi diterima Unit Siaga SAR Bogor dari relawan Gunung Salak sekitar pukul 05.00 WIB.

Tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi dan melakukan koordinasi operasional di lapangan.

Koordinator Operasi SAR M. Fazry memimpin briefing bersama Komandan Tim Lintang untuk menyusun strategi pencarian.

Personel dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) agar penjangkauan lebih sistematis dan efisien.

SRU 3 yang bertugas melakukan penyelaman berhasil menemukan korban tersangkut di antara bebatuan sungai.

BACA JUGA :  18 Gubernur Geruduk Kantor Purbaya: Penolakan Besar-Besaran Pemotongan TKD

Kondisi kaki korban terjepit menjadi salah satu alasan tubuhnya tidak terbawa arus dan sulit terdeteksi.

Evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat medan yang terjal dan licin di sekitar lokasi kejadian.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan ambulans desa menuju rumah duka.

Korban merupakan warga Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Proses identifikasi selesai dilakukan sekitar pukul 10.10 WIB sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

Pihak keluarga menerima jenazah untuk kemudian dimakamkan sesuai prosedur.

Kejadian ini mengingatkan kembali pentingnya pengawasan dan penerapan protokol keselamatan di destinasi wisata air terjun.

BPBD Kabupaten Bogor mengimbau pengelola wisata alam untuk meningkatkan rambu bahaya dan pengawasan pengunjung.

Wisatawan juga diminta tidak menyepelekan potensi bahaya meskipun air terlihat tenang dari permukaan.

Kecelakaan serupa pernah terjadi di lokasi lain, menunjukkan perlunya edukasi keselamatan bagi pengunjung.

Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Brimob, PMI, relawan, dan masyarakat sekitar.

Kolaborasi lintas unsur menjadi kunci keberhasilan operasi pencarian di medan yang sulit.

Curug Ciparay dikenal memiliki aliran air deras meskipun tidak terlihat dari kejauhan.

Pemerintah desa dan pengelola diminta mengevaluasi sistem keamanan wisatawan di lokasi tersebut.

Kejadian ini menjadi catatan penting menjelang musim liburan tahun 2026.

Dinas Pariwisata diharapkan dapat bekerja sama dengan instansi terkait untuk memitigasi risiko serupa.

BACA JUGA :  Misteri Kematian di Bekasi: Mobil Utuh, Kunci Hilang, Ada Apa Sebenarnya?

Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata alam.

Informasi mengenai potensi bahaya arus bawah harus disosialisasikan secara masif.

Upaya pencarian wisatawan di Curug Ciparay menunjukkan respons cepat dan profesionalisme tim SAR.

Keberhasilan operasi ini juga berkat dukungan masyarakat lokal yang aktif membantu.

Pemerintah daerah diimbau untuk memperkuat kapasitas SAR di wilayah rawan kecelakaan wisata.

Pelatihan rutin dan alat pendukung harus tersedia untuk menghadapi kejadian serupa di masa depan.

Kejadian ini menjadi bagian dari evaluasi nasional terkait keselamatan di destinasi wisata alam.

Eventbogor.com akan terus memantau perkembangan terkait langkah-langkah pencegahan pasca-kejadian.