Eventbogor.com – Sopir angkot trayek 21 mengeluhkan keberadaan halte baru program BisKita di ruas Jalan Tajur-Ciawi, Kota Bogor.
Program [halte BisKita] yang digagas Pemerintah Kota Bogor menuai respons dari pelaku transportasi umum setempat.
Puluhan sopir dan pemilik angkot mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Mereka menilai lokasi halte baru mengganggu arus operasional angkot karena berada di tikungan tajam dan minim visibilitas.
Menurut salah satu perwakilan sopir, halte tersebut membuat kendaraan harus berhenti di area yang membahayakan pengguna jalan lain.
“Kami tidak menolak keberadaan BisKita, tapi penempatan halte harus mempertimbangkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” ujar perwakilan sopir angkot.
Dishub Kota Bogor mengakui adanya masukan dari para sopir dan berjanji akan mengevaluasi lokasi halte tersebut.
Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Pranoto, menyatakan pihaknya akan mengirim surat resmi ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat selaku pengelola program BisKita.
“Kami akan sampaikan aspirasi ini secara formal agar bisa ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” katanya.
Dishub juga berencana melakukan peninjauan lapangan bersama tim teknis untuk menilai aspek keselamatan dan kelayakan lokasi halte.
Program BisKita merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan transportasi publik berbasis bus rapid transit di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Penataan halte menjadi fokus penting agar tidak mengganggu moda transportasi lain, terutama angkutan kota tradisional.
Pemerintah daerah diharapkan dapat membangun koordinasi yang lebih baik antarinstansi dalam merancang infrastruktur transportasi publik.
Keterlibatan pelaku lapangan seperti sopir angkot dinilai penting dalam proses perencanaan agar kebijakan lebih inklusif.
Ke depan, Dishub Kota Bogor akan mendorong dialog lebih lanjut antara pengelola BisKita dan para pengemudi angkot.
Langkah ini diharapkan mencegah munculnya gesekan serupa di masa depan seiring dengan ekspansi layanan transportasi publik.
Perbaikan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Bogor terus mendorong transformasi transportasi umum yang ramah pengguna dan aman bagi semua pihak.
