Eventbogor.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bogor menyebabkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih.
Salah satu daerah yang terdampak parah adalah Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, di mana warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Untuk mengatasi kondisi ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor melalui Cabang Pelayanan Leuwiliang menyalurkan bantuan air bersih secara gratis.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dampak kekeringan musim kemarau yang semakin berkepanjangan di tahun 2026.
Bantuan air bersih sangat penting bagi masyarakat yang mengalami defisit sumber air selama lebih dari dua bulan terakhir.
Desa Hambaro, khususnya Kampung Cidudut, menjadi salah satu titik distribusi prioritas karena sumber air lokal telah mengering.
Ketua RT 01 RW 02 Kampung Cidudut, Dulloh, mengungkapkan bahwa warganya telah lama mengalami kekurangan air bersih.
Ia menyatakan bahwa bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, dan mandi.
Warga lainnya, Ayu, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.
Terimakasih, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Kami minta juga untuk terus kirim air ke kampung kami.
Permintaan serupa disampaikan Asep Kurniawan, warga lain yang merasakan langsung dampak kekeringan.
Saya sudah dua hari tidak mandi, terimakasih atas bantuan air ini, semoga selama kami kesulitan air dapat dikirim terus, ujarnya pada Kamis (9/7/2026).
Antusiasme warga terlihat saat mobil tangki tiba di lokasi distribusi.
Mereka datang membawa ember, jeriken, dan berbagai wadah lainnya untuk menampung air.
Warga mengantre secara tertib demi mendapatkan jatah air bersih yang terbatas.
Manager Cabang Leuwiliang, Dani Prasatiya, menjelaskan bahwa distribusi air bersih telah dilakukan sebanyak empat kali dalam sepekan terakhir.
Pihaknya terus memantau kondisi di lapangan dan akan menyesuaikan jadwal pengiriman sesuai kebutuhan masyarakat.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Perumda Tirta Kahuripan dalam menjamin akses air bersih selama musim kemarau.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap hemat air dan mencegah tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan atau lahan.
Kolaborasi antara instansi pelayanan publik dan masyarakat diharapkan dapat meminimalkan dampak sosial dari krisis air bersih.
Perumda Tirta Kahuripan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk menentukan lokasi prioritas bantuan.
Desa Hambaro dipilih berdasarkan laporan kekeringan dan keterbatasan akses terhadap sumber air permukaan maupun sumur bor.
Ke depan, pihak perusahaan berencana mengkaji potensi pengembangan infrastruktur air tahan kemarau di wilayah rawan krisis.
Masyarakat diharapkan dapat melaporkan kondisi kekeringan secara dini agar respons bantuan bisa lebih cepat dan terstruktur.
Situasi di Desa Hambaro menjadi cerminan tantangan pengelolaan sumber daya air di wilayah perbukitan Kabupaten Bogor.
Dengan perubahan iklim yang semakin tidak menentu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi musim kemarau panjang.
