EventBogor.com – Aroma kolak, es buah, dan gorengan menguar di udara, bercampur bising klakson kendaraan. Itulah gambaran Jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan, saat hari pertama Ramadan. Ribuan warga tumpah ruah, berburu takjil untuk berbuka puasa. Akibatnya? Kemacetan parah yang seolah sudah menjadi tradisi.
Ramainya Pasar Dadakan, Menguji Kesabaran Pengendara
Bayangkan Anda sedang terburu-buru pulang kerja, perut keroncongan, dan semangat untuk segera berbuka. Tiba-tiba, laju kendaraan Anda tersendat. Bukan karena lampu merah, tapi karena jalanan macet total. Itulah yang dialami para pengendara di sepanjang Jalan Bangka. Pedagang takjil, yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, memakan sebagian besar badan jalan. Pembeli pun tumpah ruah, memenuhi trotoar dan bahu jalan.
Fenomena ini bukan hal baru. Setiap tahun, saat Ramadan tiba, kawasan Bangka Kemang menjelma menjadi surganya takjil. Dari minuman segar seharga lima ribu rupiah hingga makanan berat seharga dua puluh ribu rupiah, semua ada. Kehadiran pedagang musiman semakin menambah semarak suasana.