EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk Ruko Citeureup, Bupati Bogor Rudy Susmanto menggaungkan semangat kebersamaan. Bukan sekadar seremoni, apel yang digelar menandai dimulainya kembali gelora gotong royong di Kabupaten Bogor. Ini bukan cuma soal bersih-bersih, tapi juga tentang membangun semangat kebersamaan demi masa depan yang lebih baik.
Menghidupkan Kembali Semangat ’90-an
Bayangkan Anda kembali ke era 90-an. Ketika gotong royong adalah napas kehidupan bermasyarakat. Ketika pelajar, guru, ibu-ibu, bahkan tokoh agama, bahu-membahu membersihkan lingkungan. Itulah yang ingin dihidupkan kembali oleh Bupati Rudy Susmanto. Ini bukan cuma nostalgia, tapi sebuah strategi jitu untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertib. Kenapa penting sekarang? Karena kita butuh fondasi kuat untuk menghadapi tantangan zaman.
Bupati mengakui, perubahan di Pasar Citeureup adalah buah dari kerja keras bersama. Jalan Mayor Oking yang kini lebih rapi, adalah bukti nyata. Ini bukan sulap, tapi hasil gotong royong. Ada pedagang yang mungkin merasa sedikit terganggu, tapi pemerintah berjanji mencari solusi terbaik. Tujuannya satu: agar semua aktivitas tetap berjalan, tanpa mengorbankan kepentingan umum.
Ruko Citeureup: Lebih dari Sekadar Bangunan
Pernahkah Anda membayangkan, bangunan ruko bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat? Ruko Citeureup akan disulap menjadi “Ruko Pangeran Sake”, dengan fungsi yang beragam. Akan ada shelter angkutan umum, pusat kuliner, dan ruang publik. Ini bukan hanya proyek fisik, tapi simbol perubahan. Ini tentang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, bertumbuh, dan menikmati hidup.
