EventBogor.com – Kabar duka kembali menyelimuti Bekasi. Kebakaran hebat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Cimuning pada 1 April 2026 menyisakan duka mendalam bagi keluarga Fajar Sidiq Budianto. Lebih memilukan, di tengah kobaran api dan kepanikan, Fajar justru melihat warga sibuk merekam video alih-alih membantu.
Bayangkan Anda berada di posisi Fajar. Malam itu, suara ledakan mengguncang rumah Anda. Ayah Anda berteriak, menyuruh semua anggota keluarga mengungsi karena kebocoran gas di pabrik. Di tengah kekacauan, api menjilat-jilat, merenggut nyawa. Sementara itu, pandangan Anda justru tertuju pada orang-orang di sekitar yang lebih memilih mengabadikan momen mengerikan itu dengan ponsel mereka.
Detik-detik Mencekam
Fajar menceritakan bagaimana ia dan keluarganya sedang berada di rumah ketika ledakan terjadi. Ayahnya yang berada di luar rumah segera kembali untuk memperingatkan mereka. Situasi berubah menjadi mimpi buruk ketika api mulai membakar segalanya. Sayangnya, di tengah kepanikan itu, banyak warga yang lebih memilih merekam kejadian daripada membantu evakuasi atau memberikan pertolongan.
“Posisi udah meledak. Kurang lebih semuanya itu langsung membakar. Malah orang-orang pada nge-video segala macam doang. Nggak ada tindakan gitu,” ungkap Fajar, menggambarkan kekesalannya. Kekesalan yang sangat beralasan, mengingat dua adik Fajar menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.