Eventbogor.com – Memasuki kuartal pertama tahun 2026, geliat pembangunan infrastruktur di tanah air tampak makin kencang dengan sederet pencapaian dari perusahaan pelat merah.

Adhi Karya, misalnya, sudah berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp4,72 triliun hingga Maret kemarin, yang artinya ada pertumbuhan sekitar 13,15 persen dibanding periode sebelumnya.

Di sisi lain, kabar lega datang dari proyek kereta cepat Whoosh karena urusan restrukturisasi utangnya akhirnya beres dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari Menteri AHY.

Waskita Karya pun tak mau kalah dengan menggarap proyek prestisius Jembatan Pulau Laut di Kalimantan Selatan yang menelan anggaran sampai Rp1,02 triliun untuk menyambungkan Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Selain infrastruktur penghubung, fokus pemerintah lewat PTPP juga merambah ke fasilitas publik seperti penyelesaian 69 titik SPPG demi mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Bicara soal fasilitas kesehatan, PTPP baru saja melakukan proses topping off untuk RSJPD Harapan Kita-Tokushukai yang bakal jadi rumah sakit pintar dengan teknologi paling mutakhir.

Sektor pendidikan juga mendapat porsi besar, di mana Menteri PU terus mewanti-wanti agar pembangunan Sekolah Rakyat tidak cuma sekadar jadi tepat waktu, tapi kualitasnya harus benar-benar jempolan.

Sementara itu, menjelang tradisi mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan bakal diikuti 143,9 juta orang, pemerintah sudah mulai pasang kuda-kuda.

Ada kabar gembira buat para pelancong karena bakal ada diskon tarif tol sebesar 30 persen di sepuluh ruas Tol Trans Jawa guna mengurai kepadatan lalu lintas.

BACA JUGA :  Update Nilai Tukar Rupiah Hari Ini: Rp16.304 per USD, Apa Sih Penyebabnya?

Bahkan bagi yang ingin lebih hemat, sepuluh ruas tol fungsional rencananya akan dibuka secara gratis selama periode mudik tahun ini.

Jasa Marga juga makin memanjakan pengguna jalan dengan fitur-fitur baru di aplikasi Travoy, plus percepatan proyek Tol Yogyakarta-Bawen yang didanai kredit triliunan rupiah.

PT KAI juga ikut berbenah dengan meluncurkan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang tiketnya lebih murah tapi fasilitasnya jauh lebih nyaman buat kantong masyarakat.

Dari sektor logistik, kolaborasi antara Pos Indonesia dan layanan on-demand diharapkan bisa menekan ongkos kirim barang yang selama ini sering dikeluhkan mahal.

Tak ketinggalan, rencana besar pembangunan benteng raksasa Giant Sea Wall sepanjang 535 km terus dimatangkan dengan target investasi fantastis mencapai Rp168,1 triliun.

Dengan segala proyek strategis nasional ini, harapannya ekonomi Indonesia di tahun 2026 bisa bergerak lebih lincah dan manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat luas.