Eventbogor.com – Menjelang 21 April 2026, hari yang diperingati sebagai Hari Kartini, ada sosok perempuan yang layak menjadi sorotan bukan hanya karena jabatannya, tapi juga karena ketulusan hatinya.

Ipda Wahyuni, Kaur Bin Ops (KBO) Satbinmas Polres Tangerang Selatan, bukan sekadar nama di balik seragam cokelat kebanggaan Polri.

Di tengah kesibukannya sebagai aparat penegak hukum, ia justru memilih jalur yang lebih personal dan penuh empati untuk menyentuh masyarakat.

Bukan cuma soal menegakkan aturan, baginya, tugas sebagai Polwan juga tentang membangun generasi muda yang lebih baik.

Wahyuni percaya bahwa perubahan besar dimulai dari hal kecil—seperti duduk bersama anak-anak, berbicara dari hati ke hati, dan memberi ruang bagi mereka yang sering kali terabaikan.

Setiap pekan, ia aktif dalam program Jumat Curhat dan Jumat Berbagi bersama rekan-rekannya di Satbinmas.

Mereka menyambangi sekolah, pengajian, hingga komunitas warga, bukan untuk mengawasi, tapi untuk mendengar dan memberi edukasi yang relevan.

“Banyak anak di bawah umur yang terlibat tindak pidana, entah karena pengaruh lingkungan atau kurangnya pemahaman hukum,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat 10 April 2026.

Itu sebabnya, Wahyuni tak segan turun langsung, menyampaikan edukasi tentang bahaya tawuran, perundungan, hingga kekerasan seksual terhadap anak.

Baginya, pencegahan jauh lebih penting daripada menangani kasus setelah terjadi.

Ia tak hanya bicara soal hukum, tapi juga tentang nilai, tanggung jawab, dan bagaimana menjadi manusia yang peduli.

BACA JUGA :  Puisi Hari Kartini 2026 yang Menggugah Jiwa dan Penuh Makna

Di luar dinas, Wahyuni dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan hangat, jauh dari kesan kaku yang kerap melekat pada aparat kepolisian.

Ia juga seorang ibu rumah tangga yang aktif, dan menemukan ketenangan dalam lari pagi.

Hobinya itu bukan cuma soal kesehatan, tapi juga sebagai bentuk disiplin dan refleksi diri.

“Lari itu bikin saya bisa berpikir jernih. Dari situ saya banyak dapat ide, termasuk cara menyampaikan pesan ke anak-anak supaya mereka ngerti, bukan malah takut,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Wahyuni, menjadi sosok Kartini di era kini bukan berarti harus berpakaian kebaya dan berambut sanggul.

Menurutnya, semangat Kartini hidup dalam tindakan nyata—mendobrak batas, memberi ruang bagi yang lemah, dan terus belajar meski usia tak muda lagi.

“Saya bukan pahlawan, tapi kalau bisa menginspirasi satu anak untuk jadi lebih baik, itu sudah cukup bagi saya,” ucapnya dengan nada tulus.

Di tengah hiruk-pikuk kota yang terus bergerak, kehadiran Wahyuni seperti angin segar—sosok perempuan yang tak hanya kuat, tapi juga penuh kasih.

Dalam peringatan Hari Kartini 2026, kisahnya mengingatkan kita bahwa perempuan hebat bukan hanya mereka yang berada di sorotan, tapi juga yang diam-diam membangun harapan dari lorong-lorong sekolah dan sudut-sudut pengajian.

Wahyuni mungkin tak pernah mengejar pengakuan, tapi jejak kakinya, baik di lintasan lari maupun di tengah masyarakat, pasti akan dikenang.

BACA JUGA :  Kumpulan Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis dengan Ucapan Menyentuh