EventBogor.com – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di mana area tambang bawah tanah milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, tepatnya di Nanggung, menjadi sorotan publik akibat munculnya asap tebal. Insiden yang terjadi pada pertengahan Januari 2026 ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat, terutama setelah beredar informasi yang menyebutkan adanya ratusan korban jiwa terjebak di dalam tambang. Namun, kabar tersebut dengan tegas dibantah oleh pihak Antam sebagai informasi yang keliru dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta bagaimana perusahaan tambang menangani situasi darurat.
Kabar mengenai insiden di tambang emas Nanggung ini berawal dari munculnya asap di area tambang bawah tanah level 600 Ciriung. Insiden ini terjadi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Video yang beredar luas di media sosial dan platform berita online sempat menciptakan suasana kepanikan, terutama karena pemberitaan awal yang belum terverifikasi. Situasi ini diperparah dengan beredarnya klaim adanya ratusan pekerja yang terjebak di dalam tambang. Namun, General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam, Nilus Rahmat, dengan tegas meluruskan informasi yang simpang siur tersebut.
Kronologi Kejadian: Asap Misterius di Kedalaman Tambang
Menurut penjelasan resmi dari pihak Antam, asap yang muncul diduga berasal dari terbakarnya kayu penyangga atau kayu stapling di salah satu level kerja tambang bawah tanah. Kayu-kayu ini berfungsi sebagai penopang struktur tambang, dan terbakarnya material tersebut menyebabkan pelepasan asap yang cukup signifikan. Asap ini kemudian menyebar di area tambang, menimbulkan kekhawatiran akan dampak buruk bagi keselamatan para pekerja. Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa kebakaran kecil ini memicu peningkatan kadar karbon monoksida (CO) di area terdampak secara drastis.
Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau, sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Pada kondisi normal, ambang batas aman kadar CO berada di angka 25 ppm (part per million). Namun, saat kejadian di tambang Nanggung, kadar CO sempat mencapai angka yang sangat tinggi, yaitu 1.200 ppm. Angka ini jauh melampaui ambang batas aman, dan berpotensi menyebabkan keracunan bahkan kematian jika pekerja terpapar secara langsung dalam jangka waktu tertentu. Situasi ini sangat berbahaya dan memerlukan penanganan cepat dan tepat untuk memastikan keselamatan seluruh pekerja.