EventBogor.com, Cibinong – Gelombang kritik menerpa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Nurdin Ruhendi, seorang aktivis sosial, menyuarakan keprihatinannya atas tumpulnya fungsi pengawasan legislatif. Di tengah riuhnya dinamika politik, pertanyaan besar muncul: Apakah DPRD Bogor masih menjalankan perannya sebagai wakil rakyat yang sesungguhnya?
Bayangkan sebuah orkestra. DPRD seharusnya menjadi konduktor yang mengarahkan irama pemerintahan daerah. Namun, menurut pandangan Nurdin, orkestra ini justru kehilangan ritme. Alih-alih memainkan melodi pengawasan yang tajam, DPRD kini dinilai lebih sering mengikuti irama eksekutif.