Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dipimpin oleh Bahlil Lahadalia, turut aktif dalam koordinasi lintas lembaga untuk memitigasi risiko gangguan pasokan.
Bahlil menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan semua pihak terkait demi menjaga stabilitas energi nasional.
Jika kondisi di Selat Hormuz tetap tidak kondusif, dampaknya bisa dirasakan dalam bentuk keterlambatan pengiriman hingga tekanan pada harga BBM domestik.
Meski belum menyebabkan defisit pasokan, situasi ini menjadi alarm bahwa rantai pasok energi Indonesia masih rentan terhadap gejolak internasional.
Diplomasi ekonomi pun kini menjadi ujian nyata: mampukah Indonesia melindungi kepentingan strategisnya tanpa terlibat dalam konflik regional yang rumit?