Keseimbangan ini jarang terjadi di masa lalu, dan kini bisa jadi indikator kuat bahwa iklim usaha domestik mulai dipercaya oleh pelaku lokal sendiri, bukan cuma investor asing.
Rp250 triliun dari luar dan hampir setara dari dalam negeri menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia sedang naik, baik dari mata internasional maupun dari dalam tubuh ekonomi lokal.
Pemerintah tampaknya sadar betul bahwa pertumbuhan harus merata, bukan cuma di Jawa atau kota besar, tapi juga menyebar ke wilayah lain yang potensial.
Inilah yang membuat strategi pemerataan wilayah bukan sekadar jargon politik, tapi bagian dari perhitungan ekonomi jangka panjang.
Jika tren ini bisa dipertahankan hingga akhir tahun, bukan tidak mungkin target investasi 2026 benar-benar tercapai—dan lebih penting lagi, dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat.
Banyak tantangan masih menghadang, mulai dari birokrasi yang kadang lambat hingga infrastruktur di daerah yang belum sepenuhnya mendukung.
Namun setidaknya, triwulan pertama 2026 memberi harapan bahwa arah kebijakan saat ini memang menuju tempat yang tepat.