Eventbogor.com – Banjir bandang yang melanda Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor pada Sabtu (18/4/2026) menyebabkan 45 kepala keluarga terdampak secara langsung.

Kondisi pascabencana ini membuat kebutuhan bantuan mendesak terus meningkat di tengah terbatasnya distribusi dari pemerintah daerah.

Hingga Rabu (22/4/2026), penyaluran bantuan baru menyentuh sebagian kecil warga, dengan hanya delapan paket sembako yang berhasil disalurkan.

Pemerintah Desa Pangaur telah mengajukan data kebutuhan bantuan secara resmi, menunjukkan bahwa jumlah korban yang memerlukan dukungan masih cukup besar.

Penanganan bencana di Kabupaten Bogor menjadi semakin kompleks karena terjadi secara serentak di berbagai wilayah.

Farid Ma’ruf, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa banjir, longsor, dan angin kencang terjadi hampir bersamaan di 19 kecamatan.

Kondisi ini memaksa pihaknya menerapkan skala prioritas dalam penyaluran bantuan pascabencana.

Menurutnya, tidak memungkinkan untuk langsung merespons seluruh kebutuhan korban secara menyeluruh dalam waktu singkat.

Fokus utama penanganan diberikan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke rumah kerabat atau fasilitas umum.

Koordinasi intensif dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memetakan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak.

BACA JUGA :  Bencana Banjir dan Longsor Cigudeg 2026: Dampak, Respons, dan Kebutuhan Mendesak Warga