Eventbogor.com – Polemik perubahan nama Pendopo Eks Kewedanaan Jasinga menjadi Sasana Budaya Kahfi terus memicu perdebatan di tengah masyarakat.
Perubahan ini tidak lagi dipandang sebagai keputusan administratif semata, melainkan menyangkut isu mendasar terkait identitas sejarah dan memori kolektif warga Jasinga.
Keyword utama: identitas sejarah Jasinga.
Bangunan yang dulu dikenal sebagai Pendopo Eks Kewedanaan telah lama menjadi simbol pemerintahan lokal dan penanda penting dalam perjalanan sejarah wilayah Jasinga.
Keberadaannya mencerminkan jejak administrasi pemerintahan dari masa ke masa, sehingga memiliki nilai historis yang dalam dan luas.
Perubahan nama menjadi Sasana Budaya Kahfi dinilai oleh sebagian kalangan berpotensi mengaburkan makna historis yang telah melekat selama puluhan tahun.
Didin Ra Dien dari Jaringan Kebudayaan Rakyat menyampaikan kritik terhadap keputusan ini, menekankan perlunya kajian sejarah yang mendalam sebelum melakukan perubahan semacam ini.
Menurutnya, penggunaan nama Kahfi tidak memiliki dasar referensi sejarah yang jelas di wilayah Jasinga.
Hal ini membuka ruang tafsir yang ambigu dan berpotensi menimbulkan kesan bahwa penamaan lebih mengedepankan kepentingan personal ketimbang nilai budaya kolektif.
Bangunan eks kewedanaan telah berdiri jauh sebelum era Bupati Bogor ke-3, sehingga memiliki akar sejarah yang lebih tua dari figur-figur kontemporer tertentu.
