Eventbogor.com – Pemerintah Kota Bogor meluncurkan program strategis pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang dibiayai sepenuhnya oleh APBD Kota Bogor.

Program ini ditujukan bagi 30 warga Bogor yang dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Kuwait, Turki, dan Montenegro.

Ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketenagakerjaan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal menuju pasar global di tahun 2026.

Pelatihan berlangsung selama tiga bulan penuh dengan kurikulum komprehensif yang mencakup aspek keahlian, bahasa asing, serta adaptasi budaya negara tujuan.

Program [Calon Pekerja Migran] ini diharapkan tidak hanya membuka peluang ekonomi bagi peserta, tetapi juga meningkatkan devisa daerah melalui remitansi tenaga kerja migran.

Pemerintah Kota Bogor menekankan bahwa seleksi peserta dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi untuk memastikan kualitas calon pekerja yang dikirim.

Para peserta yang lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikasi resmi dan disalurkan melalui lembaga penempatan tenaga kerja resmi yang bekerja sama dengan pemerintah.

Wali Kota Bogor menyatakan komitmen penuh dalam mendukung warga yang ingin bekerja di luar negeri secara legal dan aman.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan nasional untuk memperkuat perlindungan pekerja migran sejak pra-penempatan.

Program [Calon Pekerja Migran] diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam pengembangan sumber daya manusia berorientasi ekspor tenaga kerja.

Pelatihan ini mencakup simulasi wawancara kerja, pelatihan soft skill, serta pendampingan hukum terkait kontrak kerja di negara tujuan.

BACA JUGA :  Christian Bale: Teriak Setiap Hari di Lokasi Syuting, Hampir Gila Demi Peran!

Target penempatan di Kuwait, Turki, dan Montenegro dipilih berdasarkan potensi pasar tenaga kerja yang terbuka dan permintaan tinggi terhadap tenaga kerja terampil.

Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor menjadi leading sector dalam pelaksanaan program ini dengan dukungan dari BP2MI dan Kemenaker RI.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang ekonomi, dengan fokus pada kelompok muda yang belum terserap di pasar kerja lokal.

Pemerintah kota juga menyiapkan sistem monitoring pasca-penempatan untuk memastikan perlindungan berkelanjutan terhadap pekerja migran asal Bogor.

Program ini dianggap sebagai terobosan nyata dalam mengurangi angka pengangguran usia muda di tengah persaingan ketat dunia kerja.

Keberhasilan pelatihan tahap pertama akan dievaluasi secara berkala untuk menjadi dasar pengembangan program serupa di tahun-tahun mendatang.

Masyarakat Bogor dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui situs resmi Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor dan layanan konsultasi publik.

Program [Calon Pekerja Migran] ini menjadi bagian dari visi Bogor sebagai kota layanan yang mendukung mobilitas tenaga kerja berkualitas.