Eventbogor.com – Fenomena Godzilla El Nino kembali menjadi ancaman serius bagi wilayah Kabupaten Bogor di tahun 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memperingatkan bahwa hampir seluruh kecamatan berpotensi mengalami dampak kekeringan akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Proyeksi cuaca ekstrem ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mitigasi dini untuk menghadapi potensi krisis air bersih dan gangguan pada sektor pertanian.

Menurut data BMKG, periode kemarau tahun ini diprediksi mencapai puncaknya antara bulan Juli hingga September 2026, dengan curah hujan di bawah normal dalam tiga bulan berturut-turut.

BPBD Kabupaten Bogor telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kecamatan dan desa untuk memantau kondisi sumber air dan mempersiapkan sistem distribusi air darurat.

Beberapa wilayah yang teridentifikasi rawan kekeringan meliputi Kecamatan Leuwiliang, Tamansari, Sukajaya, dan Nanggung, yang secara historis mengalami krisis air saat musim kemarau panjang.

Tim siaga bencana juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Dinas Pertanian untuk mengevaluasi kesiapan embung, sumur bor, dan sistem irigasi teknis.

Warga diminta untuk mulai menerapkan praktik hemat air, seperti penggunaan kembali air bekas cucian untuk keperluan lain dan memperbaiki kebocoran saluran air di rumah.

Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Agus Ridhal, menekankan pentingnya kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi ancaman ini.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat krusial agar dampak kekeringan bisa diminimalkan.

BACA JUGA :  Jakarta 'Tenggelam': Enam Titik Banjir Parah, Duren Tiga 1,5 Meter!

“Kami tidak ingin terlambat respons, oleh karena itu sosialisasi dan simulasi penanganan kekeringan sudah mulai kami gelar di desa-desa rawan,” ujar Agus.

Pemerintah daerah juga berencana mengaktifkan posko darurat kekeringan di setiap wilayah terdampak, lengkap dengan pasokan air bersih melalui mobil tangki.

Untuk sektor pertanian, petani padi sawah diimbau menunda tanam jika tidak memiliki jaminan pasokan air, sementara petani palawija didorong beralih ke tanaman tahan kering.

Program penyimpanan air hujan melalui embung komunitas dan bak penampungan rumah tangga juga sedang digalakkan sebagai solusi jangka panjang.

BPBD mengingatkan bahwa Godzilla El Nino bukan sekadar istilah populer, melainkan kondisi iklim nyata yang dapat memicu bencana berkelanjutan jika tidak ditangani secara serius.

Pemantauan kondisi cuaca akan dilakukan secara harian, dan informasi terkini akan disampaikan melalui media sosial dan aplikasi SiBogorSiaga.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada dan proaktif dalam menghadapi potensi krisis air bersih di masa mendatang.