Eventbogor.com –
Harga motor listrik VinFast Flazz di Vietnam dipatok sekitar 12,6 juta VND, menjadikannya sebagai model entry level yang menarik perhatian pasar otomotif roda dua listrik.
Model ini digadang-gadang sebagai salah satu motor listrik paling terjangkau dari VinFast, dengan desain yang ramping dan tampilan yang mendekati sepeda listrik modern.
Meskipun bentuknya mirip sepeda listrik, VinFast Flazz dikategorikan sebagai kendaraan roda dua bertenaga listrik atau electric vehicle (EV) yang siap bersaing di segmen urban mobility.
Di Vietnam, motor listrik ini telah resmi diluncurkan dan mulai menarik minat konsumen muda serta pengguna perkotaan yang mencari transportasi ramah lingkungan.
Apabila dikonversi ke dalam mata uang Indonesia, harga 12,6 juta VND setara dengan sekitar Rp8,5 juta hingga Rp9 juta, tergantung pada kurs dan biaya distribusi.
Estimasi harga tersebut menjadikan VinFast Flazz sebagai kandidat kuat dalam persaingan motor listrik entry level di Indonesia.
Dengan kisaran harga di bawah Rp10 juta, VinFast Flazz berpotensi menarik minat konsumen yang mencari kendaraan listrik terjangkau tanpa harus mengorbankan merek ternama.
Prediksi harga ini juga sejalan dengan strategi VinFast untuk memperluas penetrasi pasar di Asia Tenggara melalui produk yang lebih ekonomis.
Meskipun belum resmi diluncurkan di Indonesia, banyak pihak memperkirakan VinFast Flazz akan rilis pada kuartal III tahun 2026.
Kemungkinan besar, peluncurannya akan dilakukan setelah tiga model sebelumnya yang telah lebih dulu masuk ke pasar Indonesia.
Ketiga model tersebut adalah VinFast Viper, VinFast Feliz II, dan VinFast Evo, yang menyasar segmen menengah hingga atas.
Kehadiran VinFast Flazz diharapkan dapat melengkapi lini produk VinFast di Indonesia dengan menawarkan opsi yang lebih hemat dan ramah pemula.
Desainnya yang ringkas dan ringan membuatnya cocok digunakan untuk mobilitas harian di area perkotaan dengan kemacetan tinggi.
Dengan kehadiran model ini, VinFast berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik nasional.
“Kami melihat potensi besar di segmen entry level, di mana konsumen mencari solusi transportasi modern namun terjangkau,” ujar seorang sumber dari tim distribusi VinFast di Asia Tenggara.
Perlu dicatat bahwa harga resmi di Indonesia belum diumumkan, dan angka Rp8,5 juta merupakan proyeksi berdasarkan konversi nilai tukar dan strategi pricing pasar.
Faktor seperti pajak impor, biaya logistik, dan kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik juga akan memengaruhi harga akhir di pasaran.
Namun, jika prediksi ini akurat, VinFast Flazz bisa menjadi alternatif menarik dibandingkan kompetitor lokal seperti Gesits, Volta, atau Selis.
Motor listrik ini juga diharapkan mendukung program pemerintah dalam percepatan elektrifikasi transportasi di Indonesia hingga tahun 2026.
Meskipun spesifikasi resmi untuk pasar Indonesia belum dirilis, versi Vietnam diketahui memiliki kecepatan maksimal sekitar 45 km/jam dengan jangkauan tempuh sekitar 60-70 km per sekali isi daya.
Kapasitas baterai yang digunakan diperkirakan sekitar 1,5 kWh dengan sistem charging yang dapat dilakukan di rumah menggunakan stopkontak standar.
Fitur-fitur seperti lampu LED, panel digital sederhana, dan sistem rem cakram depan juga menjadi nilai tambah bagi motor listrik ini.
Dengan strategi pricing dan positioning yang tepat, VinFast Flazz berpotensi menciptakan disrupsi di segmen motor listrik entry level tahun 2026.
Konsumen dapat menantikan informasi lebih lanjut dari pihak resmi VinFast Indonesia mengenai peluncuran dan distribusi model ini dalam beberapa bulan mendatang.
