Eventbogor.com – Program ketahanan pangan berbasis swadaya yang digagas Pengurus Kecamatan KNPI Jasinga bersama Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri memasuki masa panen di Kampung Tarisi, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan lokal di tengah tantangan pertanian yang dihadapi petani setempat.

Meskipun demikian, hasil panen yang diperoleh tidak mencapai target karena terkendala sistem irigasi yang rusak dan tidak berfungsi optimal.

Program ketahanan pangan di Desa Bagoang diharapkan tidak hanya menjadi simbol partisipasi pemuda, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mengidentifikasi persoalan struktural di sektor pertanian.

Hasil yang minim menjadi cerminan dari kondisi pertanian yang rentan terhadap gangguan infrastruktur, terutama di musim kemarau.

Integrasi antara pemuda dan petani dalam program ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi krisis pangan lokal.

Ketua PK KNPI Jasinga, Ama Dery, menjelaskan bahwa rendahnya produktivitas panen bukan semata-mata akibat musim kemarau, melainkan karena kerusakan saluran irigasi yang telah berlangsung lama.

Saluran irigasi mengalami penyumbatan akibat sedimentasi, pertumbuhan rumput liar, serta kerusakan fisik pada beberapa titik.

Kondisi ini menghambat aliran air ke lahan pertanian, terutama di wilayah hilir seperti Desa Bagoang dan Desa Pangaur.

Padahal, kedua wilayah tersebut sangat bergantung pada irigasi dari jaringan Sendung-Cidurian-Sodong.

Dery menegaskan bahwa persoalan irigasi telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus berdampak pada kesejahteraan petani.

BACA JUGA :  Perbaikan PJU Mendesak di Jalur Jasinga–Cigelung untuk Keselamatan Pengguna Jalan

“Persoalan hari ini bukan hanya kekeringan, tetapi bagaimana penanganan saluran irigasi pascabencana di Kecamatan Jasinga yang belum maksimal,” ujarnya usai kegiatan panen.

“Banyak sawah di wilayah hilir seperti Desa Bagoang dan Desa Pangaur mengalami kekeringan karena saluran irigasi tersumbat sedimentasi, ditumbuhi rumput, bahkan mengalami kerusakan,” tambahnya.

KNPI Jasinga sengaja terlibat langsung dalam proses bercocok tanam untuk memahami tantangan yang dihadapi petani secara langsung.

Dari lahan seluas dua kotak sawah yang ditanami, hasil panen yang diperoleh jauh dari harapan.

“Kami yang baru sekali menanam saja sudah merasakan miris,” kata Dery.

“Apalagi para petani di sini yang sudah enam tahun menghadapi persoalan yang sama.”

Keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian diharapkan mampu membuka mata pihak terkait terhadap urgensi perbaikan infrastruktur pertanian.

Beberapa petani di wilayah tersebut mulai beralih menanam komoditas yang lebih tahan kering, sebagai respons terhadap ketidakpastian pasokan air.

Perubahan pola tanam ini menunjukkan adaptasi, namun juga mengindikasikan kerentanan sistem pertanian lokal terhadap perubahan iklim dan infrastruktur yang buruk.

Ama Dery menekankan bahwa perbaikan jaringan irigasi membutuhkan dukungan anggaran dan komitmen dari pemerintah daerah.

“Persoalan irigasi tidak akan selesai tanpa dukungan anggaran,” tegasnya.

“Banyak masyarakat yang bergantung hidup pada sektor pertanian ini.”

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera menindaklanjuti perbaikan jaringan irigasi Sendung-Cidurian-Sodong.

BACA JUGA :  Menjelajahi 10 Makanan Khas Kota Bogor Paling Populer di 2026

Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk memulihkan produktivitas pertanian dan menjamin ketahanan pangan di Kecamatan Jasinga.

“Saya selalu memohon kepada Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati agar persoalan irigasi Sendung-Cidurian-Sodong ini segera diselesaikan karena menyangkut kehidupan masyarakat,” tandasnya.

KNPI Jasinga berkomitmen untuk terus mengawal isu pertanian dan ketahanan pangan sebagai bagian dari pengabdian pemuda terhadap pembangunan lokal.

Program ini diharapkan menjadi pemicu aksi nyata dari pemerintah dalam menyelesaikan persoalan struktural yang telah lama dibiarkan.

Ke depan, kolaborasi antara pemuda, petani, dan pemerintah diharapkan dapat menciptakan solusi berkelanjutan bagi ketahanan pangan di Bogor bagian selatan.