Home News Satu Tahun Prabowo Memimpin: Angka Kemiskinan Turun Jadi 8,47%
News

Satu Tahun Prabowo Memimpin: Angka Kemiskinan Turun Jadi 8,47%

Share
Share

Eventbogor.com – Dalam satu tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, angka kemiskinan nasional dilaporkan turun menjadi 8,47% pada Maret 2025. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 25,22 juta menjadi 23,85 juta jiwa. Angka ini disebut sebagai yang terendah dalam sejarah modern Indonesia, dan jadi salah satu pencapaian besar di tahun pertama pemerintahan mereka.

Faktor yang Diduga Jadi Penyebab

Penurunan angka kemiskinan ini disebut terjadi karena kombinasi beberapa faktor ekonomi dan kebijakan pemerintah. Di antaranya:

  • Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peningkatan investasi di berbagai sektor.
  • Program bantuan sosial dan subsidi langsung yang lebih tepat sasaran.
  • Proyek infrastruktur yang membuka lapangan kerja di banyak daerah.

Beberapa pejabat juga menyebut keberhasilan ini sebagai hasil dari kebijakan fiskal yang terarah dan program perlindungan sosial yang diperkuat sejak awal masa pemerintahan.

Data yang Perlu Dipahami

Meskipun penurunan ini terlihat positif, penting untuk melihat angka ini secara lebih dalam. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Periode dan definisi kemiskinan — apakah perbandingan dilakukan dengan metode dan waktu yang sama.
  2. Sumber data — sebagian besar data berasal dari pernyataan resmi pemerintah dan media, bukan laporan final dari Badan Pusat Statistik (BPS).
  3. Distribusi wilayah — angka nasional bisa menurun, tapi belum tentu semua daerah ikut merasakan dampaknya.
BACA JUGA :  MUI Ajak Semua Pihak Tolak Kedatangan Atlet Senam Israel ke Indonesia

Benarkah Turunnya Signifikan?

Kalau dihitung, penurunan dari 25,22 juta ke 23,85 juta berarti sekitar 1,37 juta orang berhasil keluar dari garis kemiskinan. Tapi tetap perlu dianalisis, apakah mereka benar-benar mengalami peningkatan kesejahteraan, atau hanya naik sedikit di atas ambang batas yang ditetapkan BPS.

Hal yang Sering Nggak Disebut di Media

Beberapa poin penting yang sering luput dari pembahasan publik:

  • Keberlanjutan — apakah tren ini bisa bertahan dalam jangka panjang?
  • Kualitas pekerjaan — apakah masyarakat mendapatkan pekerjaan layak dengan pendapatan stabil?
  • Kesenjangan sosial — apakah penurunan kemiskinan juga diikuti dengan berkurangnya ketimpangan antarwilayah?

Perlu Apresiasi, Tapi Tetap Kritis

Angka 8,47% jelas layak diapresiasi karena menunjukkan arah yang positif. Tapi masyarakat juga perlu tetap kritis dan menunggu data resmi dari BPS untuk memastikan keakuratan dan konteksnya. Penurunan kemiskinan bukan cuma soal angka, tapi juga tentang kualitas hidup dan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Langkah Selanjutnya yang Bisa Didorong

Kalau pemerintah ingin menjaga tren positif ini, beberapa langkah yang bisa diperkuat antara lain:

  • Mendorong penciptaan lapangan kerja formal bagi anak muda.
  • Meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan vokasi di daerah.
  • Mendukung UMKM dan ekonomi lokal biar masyarakat bisa naik kelas secara ekonomi.

Kenapa Anak Muda Harus Peduli?

Ngerti soal data kemiskinan itu penting, apalagi buat generasi muda. Dengan tahu bagaimana angka ini dihitung dan apa pengaruhnya, kita bisa ikut mengawal kebijakan publik biar lebih tepat sasaran. Jangan cuma ikut rame di medsos, tapi juga paham konteksnya.

BACA JUGA :  Prediksi Cuaca Bogor Besok Menurut BMKG: Siap-siap Biar Gak Kaget

Kesimpulan

Penurunan kemiskinan ke angka 8,47% jadi kabar baik di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Tapi agar benar-benar bermakna, capaian ini harus dibarengi dengan perbaikan kualitas hidup masyarakat secara merata. Karena pada akhirnya, kemiskinan bukan cuma soal statistik — tapi tentang kesejahteraan nyata di kehidupan sehari-hari.

Share
Written by
Haidar Ali Asgari

Nggak banyak gaya, yang penting banyak cerita Lagi suka explore tempat baru + dengerin lagu lama Biar hidup ada soundtrack-nya

Explore more

Trending

Vivo X300: Impian HP Compact Terwujud! Baterai Badak, Performa Gahar!

EventBogor.com – Di tengah dominasi ponsel pintar berlayar lebar, Vivo kembali menggebrak pasar dengan menghadirkan X300, sebuah smartphone yang berani melawan arus. Produk...

Related Articles
News

Duka Mendalam di Caringin: Keluarga Pramugari Esther Berharap Keajaiban di Tengah Tragedi Pesawat

EventBogor.com – Suasana pilu menyelimuti kediaman keluarga Esther Aprilita, seorang pramugari yang...

News

Api Membara di Stasiun Bogor: Korsleting Motor Hanguskan Belasan Kendaraan, Pemilik Siap Ganti Rugi!

EventBogor.com – Pagi yang seharusnya cerah di sekitar Stasiun Bogor berubah menjadi...

News

Tragedi Mencekam di Tambang Emas Pongkor: Tiga Nyawa Melayang di Kedalaman 500 Meter!

EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti kawasan tambang emas PT Antam Tbk di...

News

Mahasiswa UNIDA Bogor Ditemukan Tak Bernyawa: Misteri di Balik Kematian di Ciawi

EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Bogor. Seorang mahasiswa Universitas...