EventBogor.com – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia terus bergulir, memunculkan beragam tanggapan. Firdaus Cahyadi, Program Officer Natural Resources and Climate Justice Yayasan Tifa, menggarisbawahi urgensi kehadiran lembaga pengawas nuklir yang independen. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan kunci untuk menjaga transparansi dan memastikan keselamatan publik.
Bayangkan sebuah kota yang sedang membangun gedung pencakar langit. Keberadaan kontraktor dan arsitek yang andal memang krusial, tapi apa jadinya tanpa pengawas independen yang memastikan semua aspek konstruksi berjalan sesuai standar? Itulah analogi sederhana untuk memahami pentingnya pengawas nuklir yang independen.
Kenapa Ini Penting Sekarang?
Indonesia sedang berada di persimpangan jalan dalam hal energi. Pemerintah berambisi mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, dan PLTN menjadi salah satu opsi yang dijajaki. Di tengah semangat transisi energi ini, kita tak boleh lupa bahwa PLTN adalah teknologi yang kompleks dan berisiko tinggi. Kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal.
Firdaus Cahyadi mengingatkan, “Apabila pemerintah tetap menjalankan program tersebut, maka pengawasan nuklir harus dilakukan oleh lembaga yang benar-benar independen.” Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Pengawas independen akan berfungsi sebagai ‘mata’ dan ‘telinga’ publik, memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai dengan standar internasional, mulai dari pemilihan lokasi, desain reaktor, hingga pengelolaan limbah nuklir.