EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk dunia digital yang serba cepat, Pemkab Bogor tak mau ketinggalan. Melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD), mereka menggelar Festival Literasi Kabupaten Bogor 2025. Bukan sekadar acara, ini adalah upaya serius untuk mengukir generasi literat, cakap, dan berdaya saing. Bayangkan, lima hari penuh, mulai 21 hingga 25 Juli 2025, Bogor akan dipenuhi semangat membaca!
Kenapa Literasi Penting di Era Digital?
Kita semua tahu, informasi kini melimpah ruah. Tapi, apakah kita semua mampu memilahnya? Di sinilah literasi berperan. Festival ini hadir bukan hanya untuk meramaikan, tapi untuk membekali masyarakat, khususnya generasi muda, dengan kemampuan berpikir kritis. Literasi bukan cuma soal membaca, tapi juga memahami, menganalisis, dan menciptakan.
Acara ini bukan cuma isapan jempol. Dibuka oleh Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan (DAPD) Kabupaten Bogor, Nina Nurmasari, festival ini melibatkan berbagai elemen penting. Ada pelajar, guru, komunitas literasi, hingga masyarakat umum. Bahkan, peringatan HUT RI ke-80 pun dirangkai dalam semangat literasi. Ini bukan sekadar kegiatan tahunan; ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Bogor.
Ragam Kegiatan yang Memukau
Festival Literasi Bogor 2025 menawarkan segudang kegiatan menarik. Ada festival buku yang akan memanjakan para pecinta buku, workshop ‘read aloud’ yang akan mengasah kemampuan membaca nyaring, pelatihan mendongeng untuk para calon pendongeng handal, bedah buku yang akan membuka wawasan, hingga pustaka ceria yang akan membuat anak-anak betah berlama-lama dengan buku. Tak ketinggalan, ada juga ‘meet and greet’ dengan penulis terkenal, serta berbagai lomba seperti menulis cerpen, mewarnai, dan menyanyi. Lengkap, kan?
Dampak Nyata Bagi Warga Bogor
Apa sih untungnya buat kita-kita, warga Bogor? Pertama, festival ini akan membuka mata kita tentang pentingnya membaca. Mungkin selama ini kita lebih sering terpaku pada layar gawai, tapi festival ini akan mengingatkan kita bahwa buku adalah jendela dunia. Kedua, acara ini akan meningkatkan kualitas pendidikan di Bogor. Guru dan siswa akan mendapatkan wawasan baru, metode belajar yang lebih menarik, dan semangat baru untuk terus belajar. Ketiga, festival ini akan mempererat tali persaudaraan. Bertemu dengan sesama pecinta buku, berbagi pengalaman, dan saling menginspirasi adalah hal yang tak ternilai harganya.
Kolaborasi: Kunci Sukses Literasi
Nina Nurmasari menekankan, festival ini adalah hasil kolaborasi lintas sektor. Bukan hanya DAPD yang bekerja keras, tapi juga penerbit, komunitas mendongeng, sekolah, dan lembaga lainnya. Sebanyak 120 lembaga pendidikan turut berpartisipasi. Ini adalah bukti nyata bahwa literasi adalah tanggung jawab bersama. Dengan bergandengan tangan, kita bisa menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter.
Guru SMP Negeri 1 Cibinong, Nining Setianingsih, bahkan mengaku sudah tak sabar menanti acara ini. Siswi SMPN 1 Cibinong, Reswara, pun menyuarakan hal serupa. Ini adalah bukti bahwa semangat membaca tak pernah padam. Justru, ia perlu terus dipupuk, disiram, dan disiram agar tumbuh subur.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Mungkin ada yang bertanya, “Apa hubungannya literasi dengan kantong saya?” Jawabannya sederhana: Literasi membuka pintu menuju peluang. Semakin kita banyak membaca, semakin kita tahu, semakin kita terampil, semakin besar pula kesempatan kita untuk sukses dalam hidup. Tak hanya itu, literasi juga membuat kita lebih bijak dalam mengambil keputusan, termasuk dalam hal keuangan. Dengan literasi, kita bisa menjadi warga Bogor yang cerdas, berdaya, dan sejahtera.
Jadi, sudah siapkah Anda menyambut Festival Literasi Kabupaten Bogor 2025? Mari bersama-sama kita wujudkan Bogor yang gemar membaca, berwawasan luas, dan berdaya saing tinggi!