EventBogor.com – Suasana khidmat Jumat lalu di Masjid Al Hidayah, Desa Cicadas, Gunung Putri, terasa berbeda. Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, hadir dalam program Jumat Keliling (Jumling), menyapa langsung warga dan menyerap aspirasi mereka. Ini bukan sekadar kunjungan, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat.
Bayangkan Anda adalah warga Gunung Putri. Setelah selesai menunaikan ibadah, Anda melihat langsung Wakil Bupati, anggota DPRD, dan tokoh masyarakat lainnya duduk bersama, berbaur dengan Anda. Ini bukan lagi jarak antara pemimpin dan rakyat, melainkan ruang dialog terbuka. Jumling memang dirancang untuk itu: mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, mendengar keluh kesah, dan memberikan solusi nyata.
Jumling: Lebih dari Sekadar Silaturahmi
Jaro Ade sendiri menegaskan, Jumling bukan hanya ajang silaturahmi. Ini adalah cara pemerintah mendengar langsung aspirasi warga. “Selain shalat berjamaah bersama masyarakat, bersilaturahmi, kami juga ingin menyerap aspirasi warga secara langsung,” ujarnya. Sebuah pengakuan yang patut diapresiasi, mengingat betapa pentingnya komunikasi dua arah dalam membangun daerah.
Kehadiran para Kepala Desa dalam Jumling, menurut Jaro Ade, adalah simbol kuat bahwa pelayanan pemerintah menjangkau hingga ke tingkat paling bawah. Sebuah pesan yang jelas: pemerintah ada, hadir, dan peduli. Ini bukan hanya tentang rutinitas, tetapi tentang membangun kepercayaan dan kebersamaan.
Mengurai Potensi dan Tantangan Gunung Putri
Gunung Putri, sebagai kawasan industri, memiliki potensi besar sekaligus tantangan tersendiri. Jaro Ade menyoroti pentingnya memastikan pertumbuhan industri memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga. “Jangan sampai industri tumbuh pesat, tapi masyarakat sekitar tidak mendapatkan manfaatnya,” tegasnya. Sebuah pernyataan yang mencerminkan visi yang realistis dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya agar ekonomi lokal ikut berkembang seiring dengan pertumbuhan industri. Ini adalah upaya yang krusial. Bayangkan, dengan adanya peningkatan kesejahteraan, kualitas hidup warga akan meningkat, anak-anak mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dan lingkungan hidup tetap terjaga. Ini adalah visi jangka panjang yang patut didukung.
Bantuan dan Santunan: Wujud Nyata Kepedulian
Jumling diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus masjid dan santunan anak yatim. Ini bukan hanya seremonial, tetapi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Sebuah simbol bahwa pemerintah tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak.
Langkah-langkah seperti ini, yang menggabungkan dialog, pelayanan, dan kepedulian, adalah fondasi penting dalam membangun kepercayaan dan memajukan daerah. Jumling bukan hanya program, melainkan cerminan dari semangat kepemimpinan yang responsif dan dekat dengan rakyat.
Lalu, apa makna semua ini bagi Anda, sebagai warga Bogor? Ini adalah pengingat bahwa suara Anda didengar, aspirasi Anda diperhatikan, dan masa depan daerah ini adalah tanggung jawab bersama. Mari kita dukung upaya-upaya positif seperti Jumling, agar Bogor semakin maju dan sejahtera.