EventBogor.com – Jakarta berpotensi menghadapi gejolak harga barang jika konflik antara Israel-AS dan Iran semakin memanas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan kekhawatirannya akan dampak perang tersebut, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H yang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan pokok.
Bayangkan Anda sedang merencanakan belanja kebutuhan Lebaran. Tiba-tiba, berita tentang penutupan Selat Hormuz muncul di layar ponsel Anda. Selat ini, bagaikan urat nadi perdagangan dunia, terancam lumpuh akibat ketegangan geopolitik. Mungkinkah hal ini akan memicu lonjakan harga yang tak terduga?
Efek Domino: Lebih dari Sekadar Kenaikan Harga
Kekhawatiran Gubernur Pramono bukan tanpa alasan. Perang di Timur Tengah dapat mengganggu rantai pasokan (supply chain) global. Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak dan komoditas lainnya, menjadi kunci. Jika jalur ini ditutup atau terganggu, pasokan barang akan tersendat, menciptakan kelangkaan, dan akhirnya mendorong kenaikan harga.
Dampak langsungnya terasa pada harga bahan bakar, yang akan memicu kenaikan harga transportasi dan, pada akhirnya, harga barang-barang kebutuhan pokok. Jangan lupakan pula, fluktuasi nilai tukar rupiah yang rentan terhadap gejolak global.