EventBogor.com – Kabar baik datang dari Bumi Tegar Beriman. Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) sedang ngebut menggarap proyek infrastruktur vital: Jalan Leuwiliang-Rancabungur. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, turun langsung mengecek kesiapan proyek ini. Apa sih istimewanya jalan ini, dan kenapa semua orang perlu tahu?

Mengapa Jalan Ini Lebih dari Sekadar Aspal?

Bayangkan Anda seorang pedagang sayur di Leuwiliang. Setiap pagi, Anda harus berjuang melawan kemacetan untuk mengirim dagangan ke pasar di Rancabungur. Jalan yang macet, berlubang, membuat waktu tempuh membengkak, dan akhirnya, keuntungan Anda menipis. Jalan Leuwiliang-Rancabungur bukan hanya soal aksesibilitas. Ini tentang denyut nadi ekonomi yang lebih lancar, konektivitas yang kuat, dan kualitas hidup yang meningkat bagi warga Bogor.

Kesiapan Itu Bernama Koordinasi

Ade Ruhandi, yang juga memegang palu sebagai Ketua Tim Percepatan Pengadaan Lahan, tak mau main-main. Tim bergerak cepat, berkoordinasi dengan camat dan kepala desa di sekitar jalur. Respons positif menjadi modal awal yang menggembirakan. Tapi, membangun jalan bukan sekadar meratakan tanah dan menuang aspal. Ini adalah proses panjang yang penuh tantangan. Pendataan lahan, dokumen kepemilikan, hingga potensi relokasi makam, semua harus ditangani dengan cermat.

Tantangan di Depan: Antara Impian dan Realita

Camat Leuwiliang, WR. Pelitawan, mengakui peran aktif perangkat kecamatan dan desa sangat krusial. Pendataan awal terhadap bidang tanah menjadi langkah krusial. Setelah itu, akan ada sosialisasi kepada warga, dan memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur. Dinas PUPR juga tengah menyusun Detail Engineering Design (DED), yang akan menjadi peta jalan bagi pembangunan. Ibarat seorang arsitek yang merancang rumah, DED adalah fondasi utama yang menentukan bentuk dan ukuran jalan.

BACA JUGA :  Geliat Infrastruktur 2026: Adhi Karya Borong Kontrak Baru Hingga Persiapan Mudik Lebaran yang Makin Matang