EventBogor.com – Hujan deras mengguyur, kegelapan menyelimuti. Itulah gambaran pilu di ruas jalan Nanggung, Bogor, yang kini lebih mirip medan perang daripada jalur transportasi. Peristiwa Refi, yang motornya terperosok ke lubang menganga, hanyalah satu dari sekian banyak kisah miris yang terus berulang. Jalan rusak di Bogor bukan lagi sekadar ketidaknyamanan, tapi ancaman nyata bagi keselamatan.

Lubang Maut yang Mengintai

Bayangkan Anda harus melewati jalan yang setiap saat bisa ‘menelan’ kendaraan Anda. Itulah yang dirasakan warga Nanggung, Cigudeg, hingga Sukajaya. Lubang-lubang besar bagaikan ranjau darat, mengintai pengendara di tengah gelapnya malam atau saat hujan mengguyur. Refi, dengan luka ringan namun trauma mendalam, adalah saksi bisu betapa mengerikannya kondisi jalan tersebut.

Viral: Ketika Keluhan Tak Didengar

Video keluhan Refi dan rekannya yang viral di media sosial pada awal April 2026 menjadi pengingat pahit. Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui narasi Refi, dianggap belum serius menangani masalah ini. Ungkapan ‘Ieu jalan milik Pemda Kabupaten Bogor, rusak kieu teu aya nu paduli‘ (Ini jalan milik Pemda Kabupaten Bogor, rusak begini tidak ada yang peduli) adalah cerminan kekecewaan warga yang sudah lama terabaikan. Kampung Cadas Le’ur, ruas Kalongliud–Bantarkaret, menjadi titik fokus, jalur utama yang kondisinya memburuk akibat minim perawatan.

Ketika Pemerintah ‘Absen’, Warga Beraksi

Namun, di tengah keputusasaan, semangat gotong royong warga tak pernah padam. Ketika pemerintah seakan ‘absen’, mereka memilih bergerak. Swadaya menjadi senjata utama. Mereka mengumpulkan dana, membeli material seadanya, dan mulai menambal jalan yang rusak. Aksi serupa terjadi di Desa Cisarua, Kampung Pongkor. Para pemuda bahu-membahu memperbaiki jalan, menunjukkan bahwa harapan masih ada, meski harus diraih dengan keringat dan upaya sendiri.

BACA JUGA :  Jalan Amblas di Parungpanjang: Kapan Perbaikan Dimulai? Warga Terus Berjuang

Apa Artinya Bagi Anda?

Kisah di Bogor ini bukan hanya tentang jalan rusak. Ini tentang prioritas pembangunan, tanggung jawab pemerintah, dan kekuatan masyarakat. Ini adalah pengingat bahwa infrastruktur yang baik adalah fondasi penting bagi kehidupan yang aman dan nyaman. Ini juga pelajaran berharga tentang bagaimana masyarakat bisa bersatu, menunjukkan solidaritas, dan mengambil inisiatif ketika pemerintah belum hadir sepenuhnya.

Memang, menambal jalan rusak adalah solusi sementara. Namun, semangat gotong royong dan kesadaran warga adalah modal utama untuk mendorong perubahan yang lebih besar. Ini adalah panggilan bagi pemerintah untuk segera bertindak, mendengarkan keluhan warga, dan memastikan bahwa jalan-jalan di Bogor, khususnya di daerah-daerah yang rawan, menjadi jalur yang aman dan layak.