Eventbogor.com – Peringatan Hari Bumi 2026 di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, tidak sekadar menjadi momen refleksi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.

Sejumlah komunitas dan organisasi masyarakat menggelar penanaman pohon serta pelepasan ikan di hulu Sungai Cipurabakti, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Ciasmara dan Desa Cipurabakti, pada Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama Mahasiswa Belukar Said (Mabas Inas), Relawan Susur Sungai (Resus), PK KNPI Kecamatan Pamijahan, dan HIPAM, dengan tujuan menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan hulu sungai.

Hari Bumi 2026 di Pamijahan menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif terhadap konservasi lingkungan melalui tindakan konkret yang berkelanjutan.

Penanaman pohon dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pencegahan erosi tanah di daerah aliran sungai.

Ketua Mabas Inas, Buluh, menekankan bahwa aksi menanam pohon saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan bumi.

Menurutnya, setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi alam bagi generasi mendatang.

Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi komunitas lain untuk turut serta dalam aksi pelestarian lingkungan.

Selain penanaman pohon, peserta juga melakukan pelepasan ikan ke aliran hulu Sungai Cipurabakti sebagai bagian dari pemulihan ekosistem perairan.

Langkah ini bertujuan untuk memperkaya keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan rantai makanan di sungai.

BACA JUGA :  30 Poster Hari Bumi 2026 Gratis untuk Kamu Unduh dan Bagikan

Peletakan ikan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan kelangsungan hidup spesies di habitat alaminya.

Ketua PK KNPI Kecamatan Pamijahan, Roy, menyambut baik inisiatif kolaboratif tersebut.

Ia menilai kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berdampak sosial dengan menciptakan ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Roy berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan yang didukung oleh pemerintah daerah.

Founder Relawan Susur Sungai (Resus), Agil, menjelaskan bahwa kawasan hulu Sungai Cipurabakti memiliki nilai ekologis tinggi.

Wilayah ini menjadi penyangga bagi dua destinasi wisata alam, yaitu Curug Gleweran dan Curug Cikawah.

Menurut Agil, kawasan ini berperan sebagai area konservasi, penyerap air, pengendali banjir, sekaligus potensi edukasi lingkungan.

Ia menekankan pentingnya menjaga hulu sungai dari aktivitas yang merusak, seperti pembalakan liar dan pembuangan sampah.

Upaya pelestarian lingkungan di Pamijahan diharapkan dapat memicu gerakan serupa di kecamatan lain di Kabupaten Bogor.

Kegiatan Hari Bumi 2026 ini juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara komunitas, pemuda, dan instansi terkait.

Dengan sinergi yang kuat, upaya konservasi dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Masyarakat diimbau untuk terus menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang limbah sembarangan.

Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam di wilayah hulu.

Kabupaten Bogor, dengan potensi alamnya yang melimpah, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ekosistem lokal.

BACA JUGA :  Menjelajahi Dunia Imersif di Spotify x BTS SWIMSIDE Jakarta: Oase Bagi ARMY Sebelum Konser

Aksi Hari Bumi di Pamijahan diharapkan menjadi inspirasi bagi aksi-aksi lingkungan lainnya di tahun-tahun mendatang.

Dengan kesadaran kolektif dan tindakan nyata, Bogor dapat menjadi contoh daerah yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.