Eventbogor.com – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan suku bunga nol persen sebagai upaya strategis mendukung pertumbuhan ekonomi mikro di tahun 2026.
Program ini dirancang khusus untuk memberikan akses permodalan yang adil dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Peluncuran KURDA nol persen secara resmi dilakukan pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal.
Dengan tidak adanya beban bunga, program ini diharapkan mampu menekan risiko gagal bayar dan mendorong lebih banyak warga untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka.
Setiap penerima KURDA akan mendapatkan pinjaman modal usaha dengan plafon disesuaikan kebutuhan, serta pendampingan dari dinas terkait selama masa pinjaman.
Skema ini juga dirancang untuk inklusif, menyasar kelompok rentan seperti perempuan pelaku usaha, penyandang disabilitas, dan pemuda wirausaha di pedesaan.
Pemkab Tasikmalaya bekerja sama dengan lembaga keuangan lokal dan BUMD untuk menyalurkan dana secara transparan dan akuntabel.
Monitoring dan evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan dana digunakan sesuai peruntukan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Sejalan dengan program nasional, KURDA nol persen menjadi adaptasi lokal yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Targetnya, pada akhir 2026, minimal 5.000 pelaku UMKM telah terbantu melalui program ini dengan perputaran ekonomi diproyeksikan mencapai ratusan miliar rupiah.
Program ini juga diintegrasikan dengan pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha penerima dana.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemkab Tasikmalaya menjadikan sektor UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dengan KURDA nol persen, pemerintah daerah ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, inklusif, dan tahan terhadap guncangan eksternal.
Masyarakat dapat mengajukan diri melalui kantor desa atau platform digital yang telah disediakan, dengan proses verifikasi yang cepat dan mudah.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Jawa Barat untuk mengembangkan skema pembiayaan mikro berbasis lokal.
