Eventbogor.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor periode 2024–2029 dari Fraksi PPP, Siti Aisyah, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Cigudeg, Jawa Barat.

Sebagai legislator Komisi IV, Siti Aisyah hadir bersama unsur TNI-Polri, pemerintah desa, KNPI, dan Karang Taruna untuk mendengarkan langsung keluhan warga dan menyerap aspirasi mereka.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa penanganan pasca banjir di Cigudeg berjalan cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Siti Aisyah menekankan pentingnya komunikasi antara warga terdampak dengan pemerintah daerah agar bantuan dan pemulihan bisa tepat sasaran.

Ia menyatakan bahwa aspirasi warga harus segera disampaikan kepada instansi terkait agar tindak lanjut dapat dilakukan secara efektif.

Bencana banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Cigudeg pada Sabtu sore, 18 April 2026.

Intensitas hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam enam desa sekaligus, yaitu Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Renggasjajar, Batujajar, dan Tegallega.

Kejadian ini mengakibatkan ratusan rumah terendam, sejumlah jembatan rusak bahkan ambruk, serta puluhan hewan ternak hanyut terbawa arus.

Di Desa Bangunjaya, tercatat 235 rumah mengalami kerusakan akibat banjir dan akses ke beberapa kampung sempat terputus total.

Sementara di Desa Argapura, sekitar 150 rumah rusak dan satu jembatan milik pemerintah kini dalam kondisi kritis dan berpotensi ambruk.

Di wilayah lain, kerusakan juga meliputi rumah roboh, sekolah yang terendam air, serta jalan desa yang tertutup material longsor.

BACA JUGA :  Antam Pongkor Eratkan Silaturahmi dengan Jurnalis Bogor: Lebih dari Sekadar Buka Puasa

Pasca bencana, warga bersama aparat dan relawan terus bergotong royong membersihkan lumpur dan puing reruntuhan.

Mereka juga berupaya membuka kembali akses jalan yang terputus serta mengevakuasi hewan ternak yang masih bisa diselamatkan.

Alat berat telah dikerahkan untuk membantu percepatan pemulihan infrastruktur dasar di lokasi terdampak.

Pengerahan alat berat diharapkan dapat mempercepat normalisasi aliran sungai dan perbaikan jalan yang rusak parah.

Siti Aisyah mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat dan petugas di lapangan.

Ia juga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah strategis dalam penanganan darurat dan pemulihan jangka menengah.

Legislator PPP ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar penanganan bencana berjalan lebih terintegrasi.

Upaya mitigasi jangka panjang juga perlu diperkuat untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

Warga diimbau tetap waspada meskipun intensitas hujan mulai berkurang pada Minggu, 19 April 2026.

Pemantauan kondisi lingkungan dan kesiapsiagaan bencana harus terus ditingkatkan di semua desa rawan banjir.

Siti Aisyah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan bencana di Cigudeg dari dekat.

Ia akan memperjuangkan aspirasi warga melalui mekanisme rapat kerja dan penganggaran di DPRD Kabupaten Bogor.

Dukungan logistik, perbaikan infrastruktur, dan bantuan psikososial menjadi prioritas yang perlu segera direspons.

Kolaborasi antara lembaga legislatif, eksekutif, dan masyarakat dinilai kunci dalam mempercepat pemulihan pasca bencana.

BACA JUGA :  Bekasi Butuh Kampus Negeri: Mimpi yang Harus Jadi Nyata?

Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan laporan transparan mengenai penanganan dan alokasi bantuan.

Situasi di Cigudeg menjadi pengingat pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

Kejadian ini juga menyoroti urgensi penataan lingkungan dan pengelolaan DAS secara berkelanjutan.

Siti Aisyah berharap insiden banjir di Cigudeg menjadi momentum evaluasi sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Bogor.