Eventbogor.com – Pencarian wisatawan yang dilaporkan tenggelam di kawasan Curug Ciparay, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berakhir dengan ditemukannya korban dalam kondisi tidak bernyawa.
Operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Nadzar Fanani (31) pada Minggu (7/6/2026) pagi setelah proses intensif sejak dini hari.
Kejadian tenggelamnya korban terjadi saat ia berwisata bersama rombongan ke Curug Ciparay pada Sabtu (6/6/2026).
Sekitar pukul 15.20 WIB, korban diketahui berenang di area sekitar curug dan diduga terseret arus deras di pusaran air hingga hilang dari permukaan.
Laporan insiden tersebut diterima Unit Siaga SAR Bogor dari relawan Gunung Salak pada pukul 05.00 WIB, Minggu dini hari.
Tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk memulai operasi pencarian dan penyelamatan.
Sesampainya di lokasi, Koordinator Operasi SAR M. Fazry bersama Komandan Tim Lintang dan personel lainnya menggelar briefing untuk menyusun strategi operasi.
Tim kemudian dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas dan mempercepat proses pencarian.
Metode pencarian yang digunakan meliputi ESAR, visualisasi darat, penjangkaran di sekitar lokasi kejadian, serta penyelaman di titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tenggelam.
Sebanyak 85 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari relawan, BPBD Kabupaten Bogor, Damkar, Brimob, PMI, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Kolaborasi lintas unsur ini menjadi kunci dalam efektivitas pencarian di medan yang sulit dan berpotensi berbahaya.
Pada pukul 09.25 WIB, tim SRU 3 berhasil menemukan tubuh korban melalui penyelaman di dasar sungai.
Korban ditemukan berada di kedalaman sekitar 2,5 hingga 3 meter dengan kaki tersangkut di sela bebatuan.
Kondisi ini diduga menjadi penyebab utama tubuh korban tidak terdeteksi selama beberapa jam pencarian.
Setelah dievakuasi ke darat, jenazah langsung dimobilisasi menggunakan ambulans desa menuju rumah duka.
Korban merupakan warga Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Proses identifikasi dilakukan di lokasi evakuasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 10.10 WIB.
Keluarga kemudian membawa jenazah untuk dimakamkan sesuai prosedur.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan keselamatan saat berwisata di kawasan alam terbuka seperti curug.
Banyak destinasi alam di Bogor yang memiliki arus kuat dan medan berbahaya meski terlihat tenang dari permukaan.
Pihak SAR mengimbau pengunjung untuk tidak berenang di area terlarang dan selalu memperhatikan rambu-rambu keselamatan.
“Kami menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam. Jangan anggap remeh potensi bahaya di sekitar curug,” ujar Koordinator Operasi SAR M. Fazry.
Tim SAR juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dan semua unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini.
Kerja sama cepat dan terkoordinasi dinilai menjadi faktor krusial dalam penemuan korban.
Insiden di Curug Ciparay diharapkan menjadi pembelajaran bagi pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan pengawasan dan fasilitas keamanan.
Pemerintah desa dan pengelola wisata lokal diminta untuk memasang rambu peringatan, menyiagakan petugas, serta memberikan edukasi kepada pengunjung.
Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan pariwisata alam di Kabupaten Bogor.
