Eventbogor.com – Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mengatasi keterbatasan lahan pemakaman dengan melakukan perluasan area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di sejumlah wilayah.
Langkah strategis ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan lahan pemakaman akibat pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan di kota padat penduduk.
Selain perluasan fisik, Pemkot Bandung juga mengoptimalkan penerapan sistem pemakaman tumpang sebagai solusi jangka panjang.
Sistem tumpang memungkinkan penggunaan satu liang lahan untuk beberapa jenazah secara bergantian dalam periode tertentu sesuai ketentuan agama dan peraturan daerah.
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, menjelaskan bahwa inovasi ini penting untuk menjaga ketersediaan lahan pemakaman tanpa harus merusak kawasan hijau atau lahan produktif.
“Kami harus memikirkan generasi mendatang. Sistem tumpang bukan hanya solusi teknis, tapi juga bagian dari perencanaan kota yang berkelanjutan,” ujar Yana.
Perluasan TPU dilakukan di lokasi-lokasi strategis seperti TPU Cikutra, TPU Pasir Pogor, dan TPU Sadang Serang yang telah mengalami peningkatan kapasitas.
Pemkot juga bekerja sama dengan dinas terkait dan tokoh agama untuk memastikan pelaksanaan sistem tumpang berjalan lancar dan diterima masyarakat.
Penataan TPU kini dilengkapi dengan sistem informasi digital untuk mencatat data pemakaman dan memudahkan pengelolaan lahan secara efisien.
Langkah ini juga didukung oleh sosialisasi intensif agar masyarakat memahami manfaat dan tata cara sistem pemakaman tumpang.
Beberapa kelurahan telah mengadakan forum komunitas untuk membuka ruang dialog dan menggali masukan dari warga.
Ke depan, Pemkot Bandung berencana mengintegrasikan pengelolaan TPU ke dalam sistem smart city untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Bandung sebagai kota layak huni yang mengedepankan inovasi dalam tata kelola perkotaan.
Krisis lahan pemakaman bukan hanya persoalan Bandung, tetapi juga kota-kota besar lain di Indonesia, sehingga solusi ini bisa menjadi model bagi daerah lain.
Dengan kombinasi perluasan fisik dan inovasi sistem, Bandung berupaya menjawab tantangan urbanisasi yang terus meningkat hingga tahun 2026 dan seterusnya.
