Eventbogor.com –
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhendi meninjau langsung lokasi jembatan ambruk di Kampung Rengganis, Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, pada Sabtu (18/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas kerusakan struktur jembatan penghubung yang putus akibat banjir dan hujan deras pada malam sebelumnya.
Dalam peninjauan ini, Ade Ruhendi didampingi sejumlah pejabat setempat termasuk Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin, Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabudin, Danramil 0621-18/Cigudeg Kapten Caj M. Machduro, serta Kepala Desa Cintamanik Jamaludin.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh warga, perwakilan Karang Taruna, dan Forum Komunikasi Jurnalis Bumi Putra (FKJBP) Bogor Barat yang telah menunggu di lokasi.
Jembatan yang ambruk merupakan akses vital bagi ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut.
Kerusakan struktur di bagian tengah membuat jembatan tidak dapat dilalui, mengganggu aktivitas harian warga termasuk akses ke sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Penyebab utama ambruknya jembatan diduga kuat akibat kombinasi faktor usia dan tekanan aliran sungai saat banjir melanda.
Jembatan ini diketahui telah berdiri sejak era Kepala Desa Sanip, menandakan usianya yang cukup tua dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Saat memberikan keterangan, Ade Ruhendi menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang terjadi.
Alhamdulillah hari ini saya bisa melihat langsung kondisi jembatan yang putus. Ini terjadi akibat banjir dan hujan, ditambah usia jembatan yang memang sudah cukup tua sejak dibangun pada masa almarhum Kepala Desa Sanip, ujar Jaro Ade.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan kajian struktural dan merancang solusi jangka panjang.
Sementara itu, sebagai langkah darurat, Wabup mengajak masyarakat untuk bergotong royong membangun jembatan sementara.
Inisiatif ini diharapkan dapat memulihkan mobilitas warga meskipun dalam kapasitas terbatas hingga perbaikan permanen dilakukan.
Sebelum kedatangan Wabup, pihak kepolisian dan BPBD Kabupaten Bogor telah lebih dulu meninjau lokasi.
Mereka menyiapkan akses darurat menggunakan batang kelapa milik warga, namun jalur tersebut dinilai belum memadai untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Cintamanik, Jamaludin, mengungkapkan bahwa pihak desa telah berkali-kali mengajukan usulan perbaikan jembatan ke tingkat kecamatan dan dinas terkait.
Namun hingga saat ini, belum ada realisasi dari usulan tersebut.
Kami sudah beberapa kali mengusulkan, tapi belum ada tindak lanjut. Ini menjadi catatan penting bagi kami dan pemerintah daerah, katanya.
Ade Ruhendi juga menyampaikan pesan penting terkait kebersihan lingkungan selama kunjungannya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai yang menjadi jalur drainase utama dan tempat anak-anak bermain.
Kami minta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai yang digunakan anak-anak, pesannya.
Langkah pencegahan seperti ini dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di masa depan.
Ke depan, Pemkab Bogor berencana mempercepat proses asesmen dan perencanaan pembangunan kembali jembatan tersebut.
Upaya ini melibatkan kolaborasi antara OPD terkait, unsur kecamatan, dan partisipasi aktif masyarakat.
Peristiwa di Cintamanik menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur pedesaan yang rentan terdampak cuaca ekstrem.
Dengan respons cepat dan gotong royong, diharapkan normalisasi akses dapat segera terwujud.
Warga setempat menyambut baik kehadiran Wakil Bupati dan berharap perbaikan permanen segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Informasi terkini terus diupdate melalui saluran resmi pemerintah daerah dan forum komunitas lokal.
