Eventbogor.com – Sejumlah sopir angkutan umum jurusan Parabakti–Leuwiliang mengeluhkan kerusakan jalan di wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Permasalahan utama terletak pada kondisi jalan berlubang dan bergelombang yang semakin parah, terutama di kawasan Sukamaju.

Kerusakan ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pengguna jalan.

Kondisi [Masukkan Keyword Utama] menjadi semakin kritis saat hujan turun, karena lubang-lubang besar tertutup air dan sulit terlihat oleh pengemudi.

Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan serta mempercepat kerusakan kendaraan, terutama kendaraan umum yang melintas setiap hari.

Seorang sopir angkutan menyampaikan bahwa kondisi jalan sudah memburuk sejak lama tanpa ada perbaikan signifikan dari pihak terkait.

Ia menekankan bahwa genangan air saat hujan membuat jalur tersebut sangat berbahaya untuk dilalui.

Waktu tempuh dari Parabakti ke Leuwiliang pun bertambah akibat pengemudi harus menghindari lubang-lubang besar di jalan.

Selain faktor keselamatan, dampak ekonomi juga mulai terasa di kalangan pengemudi dan masyarakat sekitar.

Beberapa sopir melaporkan penurunan jumlah penumpang karena banyak warga yang memilih tidak menggunakan angkutan umum.

“Penumpang sering mengeluh. Bahkan ada yang turun sebelum tujuan karena tidak tahan dengan guncangan,” kata salah satu pengemudi.

Ketidaknyamanan ini berdampak langsung pada pendapatan harian para sopir yang bergantung pada jumlah penumpang.

Warga setempat juga menyoroti pentingnya jalur Parabakti–Leuwiliang sebagai akses vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi di Kecamatan Pamijahan.

BACA JUGA :  Kasus Kematian Bocah di Jasinga: Tuntutan Jerat Pasal Berlapis untuk Perlindungan Anak

“Ini merupakan jalur vital yang digunakan oleh banyak masyarakat,” ujar seorang warga setempat.

Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar aksesibilitas kembali normal.

Hingga awal 2026, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana pemeliharaan atau perbaikan jalan tersebut.

Keterlambatan penanganan dikhawatirkan akan memperparah kerusakan dan memicu kerugian yang lebih luas.

Pemantauan kondisi jalan secara berkala dan respons cepat dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Perbaikan infrastruktur jalan tidak hanya penting untuk keselamatan, tetapi juga sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi lokal.

Warga dan pengemudi berharap pihak berwenang segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk di tahun-tahun mendatang.