Eventbogor.com – Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Purasari 009 di Kampung Babakan Panjang RT 02/04, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (18/3/2026).
Acara peresmian juga dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kelompok rentan di desa setempat.
Peresmian ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif nasional yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat, terutama pelajar dan warga kurang mampu.
Program Makan Bergizi Gratis di Desa Purasari hadir sebagai solusi konkret dalam mengatasi tantangan gizi di tingkat lokal, sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah Bogor.
Fasilitas yang diberi nama SPPG MBG Desa Purasari 009 ini telah selesai dibangun dan siap memasuki tahap operasional setelah semua prosedur administratif dan teknis terpenuhi.
Agus Soleh Lukman menyampaikan bahwa keberadaan dapur ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya warga Desa Purasari.
Ia menegaskan bahwa prioritas pelayanan awal akan diberikan kepada warga desa sekitar sebelum diperluas ke wilayah tetangga.
“Dengan diresmikannya fasilitas ini, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga Desa Purasari terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain pemenuhan gizi, program ini juga dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Agus menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja lokal melalui pengelolaan dapur MBG, mengingat masih banyak warga yang membutuhkan akses pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pengelolaan dapur akan melibatkan sumber daya manusia dari masyarakat sekitar, mulai dari tenaga masak hingga koordinator operasional.
Pihak Desa Purasari saat ini masih menunggu arahan resmi dari instansi terkait, termasuk Perusahaan Gas Negara (PGN), yang turut berperan dalam pendanaan dan pengawasan program.
Penunjukan kepala SPPG sebagai penanggung jawab operasional juga masih dalam proses seleksi dan koordinasi dengan pihak pusat.
Menurut rencana, operasional dapur akan dimulai setelah semua persyaratan teknis, logistik, dan kelembagaan terpenuhi.
Pemerintah Desa Purasari optimistis bahwa program ini akan memberikan dampak positif jangka panjang, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi masyarakat.
Dengan hadirnya SPPG MBG, pelayanan dasar di bidang gizi diharapkan semakin merata dan terstruktur.
Fasilitas ini juga dianggap sebagai langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kecamatan Leuwiliang secara optimal.
Program Makan Bergizi Gratis di Purasari menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah desa, nasional, dan BUMN dalam menyelesaikan isu sosial secara terintegrasi.
Ke depan, diharapkan lebih banyak desa di Kabupaten Bogor yang dapat mengadopsi model serupa untuk memperkuat ketahanan sosial dan pangan lokal.
