Eventbogor.com – Perbaikan jalan di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya mulai dilakukan setelah sebelumnya menjadi sorotan publik akibat kerusakan parah yang membahayakan pengguna jalan.

Proyek perbaikan infrastruktur jalan ini fokus pada ruas Jalan Raya Cagak Panjaungan, yang selama ini dikenal rawan kecelakaan karena banyak lubang dan sering tergenang air.

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan penambalan jalan pada Kamis (19/3/2026), sebagai respons atas keluhan masyarakat dan insiden lalu lintas yang terus meningkat.

Langkah ini dilakukan tepat menjelang Ramadan 1447 Hijriah, saat mobilitas masyarakat di wilayah Nanggung diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan.

Kerusakan jalan di kawasan Cagak telah lama menjadi perhatian warga, terutama karena lokasinya yang strategis sebagai jalur keluar-masuk wilayah perbatasan.

Sebelum adanya penanganan resmi, warga setempat bersama Forum Komunikasi Bumi Putra telah mengambil inisiatif mandiri dengan melakukan penambalan darurat pada 2 Maret 2026.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kolektif untuk mencegah risiko kecelakaan, meskipun hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Penanganan jalan di Nanggung sempat menjadi perdebatan setelah beredar percakapan antara seorang jurnalis dengan Bobby Wahyudi, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg.

Dalam percakapan tersebut, muncul dugaan bahwa pemberitaan media turut memengaruhi kecepatan respons pemerintah terhadap perbaikan jalan.

BACA JUGA :  Jalan Rusak di Citumbuk Nanggung Bogor Jadi Titik Rawan Kecelakaan, Warga Minta Perbaikan Segera

Hal ini menuai kritik karena dianggap mengalihkan fokus dari isu utama, yaitu keselamatan pengguna jalan dan kewajiban negara dalam pemeliharaan infrastruktur publik.

Sejumlah insiden kecelakaan telah tercatat di ruas jalan tersebut dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Pada 28 Februari 2025, seorang pengendara sepeda motor mengalami patah kaki akibat terjatuh ke dalam lubang.

Insiden lain terjadi pada 6 Februari 2026, saat sebuah truk terperosok saat menanjak dari arah Curugbitung menuju Malasari.

Pada 7 Maret 2026, mobil losbak kehilangan kendali dan keluar jalur hingga masuk area perkebunan.

Kejadian terbaru terjadi pada 16 Maret 2026, ketika seorang pengendara motor kembali terjatuh di Jalan Ace Tabrani.

Warga setempat mencatat, lebih dari 12 kecelakaan telah terjadi di sepanjang jalur tersebut selama satu tahun terakhir.

Kondisi ini menunjukkan urgensi perbaikan infrastruktur yang tidak hanya bersifat temporer, tetapi berkelanjutan dan terencana.

Meskipun penambalan yang dilakukan PUPR saat ini masih bersifat darurat, langkah ini diharapkan menjadi awal dari perbaikan menyeluruh di masa mendatang.

Warga berharap pemerintah tidak hanya merespons saat ada sorotan media, tetapi juga proaktif dalam memantau kondisi jalan di wilayah terpencil.

“Kami senang akhirnya ada perbaikan, tapi kami ingin ini bukan karena ada pemberitaan, melainkan karena memang menjadi prioritas,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA :  Kondisi Jalan Rusak di Pamijahan Bogor Ancam Akses Transportasi dan Ekonomi Warga

Ke depan, masyarakat Nanggung mengharapkan sistem pemantauan infrastruktur yang lebih transparan dan responsif agar tidak terus bergantung pada tekanan publik untuk mendapatkan perhatian pemerintah.