Eventbogor.com – Layanan uji KIR keliling yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor di Leuwiliang pada Selasa (7/7/2026) menuai sorotan publik akibat dugaan pungutan liar di luar ketentuan resmi.

Eventbogor.com – Sejak kebijakan penghapusan retribusi pengujian kendaraan bermotor diterapkan pemerintah, layanan uji KIR seharusnya dapat diakses tanpa biaya resmi dari instansi pemerintah.

Eventbogor.com – Namun, munculnya dugaan pungutan tambahan dalam pelaksanaan uji KIR keliling di UPT PPP Wilayah IV Leuwiliang menimbulkan kekhawatiran akan praktik tidak transparan.

Eventbogor.com – Program uji KIR keliling ini sejatinya bertujuan memudahkan masyarakat di Bogor Barat yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh ke lokasi tetap.

Eventbogor.com – Kehadiran layanan ini disambut baik karena memangkas waktu dan biaya perjalanan bagi pemilik kendaraan angkutan umum.

Eventbogor.com – Meski begitu, kemudahan tersebut ternoda oleh informasi yang beredar mengenai adanya permintaan uang di luar aturan resmi.

Eventbogor.com – Dugaan pungli ini memicu pertanyaan serius dari masyarakat terkait akuntabilitas dan pengawasan dalam pelaksanaan layanan publik tersebut.

Eventbogor.com – Berdasarkan hasil pemantauan dan informasi di lapangan, terdapat sekitar tujuh orang yang diduga bertindak sebagai calo atau perantara dalam proses pendaftaran uji KIR.

Eventbogor.com – Salah satu dari mereka bertugas mencatat data peserta, termasuk nomor polisi kendaraan, sebelum memasuki jalur pemeriksaan.

Eventbogor.com – Mereka turut mengoordinasikan alur kendaraan, mulai dari registrasi hingga antrean uji teknis, meski tidak tercatat sebagai petugas resmi.

BACA JUGA :  Wabup Ade Ruhendi Tinjau Jembatan Ambruk di Cintamanik Cigudeg

Eventbogor.com – Saat dikonfirmasi, salah satu pengurus yang diduga terlibat menyebutkan besaran biaya yang dikenakan kepada peserta.

Eventbogor.com – “Bayar ke dalam Rp150.000 dan Organda Rp10.000 jadi totalnya Rp165.000, kalo ada ACC bayar lagi,” ujarnya.

Eventbogor.com – Pernyataan tersebut bertentangan dengan keterangan resmi dari petugas penguji di lokasi yang menyatakan tidak ada retribusi yang dikenakan.

Eventbogor.com – Namun, sejumlah pemilik kendaraan mengaku tetap diminta menyerahkan sejumlah uang saat mengikuti proses uji berkala.

Eventbogor.com – Beberapa peserta melaporkan adanya variasi nominal yang diminta, dengan kisaran antara Rp350.000 hingga Rp400.000.

Eventbogor.com – Jumlah ini jauh melampaui informasi yang disampaikan oleh perantara sebelumnya, menimbulkan kecurigaan adanya pungutan liar yang sistematis.

Eventbogor.com – Ketidakkonsistenan informasi dan besaran biaya menjadi indikator kuat bahwa ada pihak-pihak yang memanfaatkan layanan publik untuk keuntungan pribadi.

Eventbogor.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungli ini hingga berita ini diturunkan.

Eventbogor.com – Namun, kasus ini menuntut perlunya pengawasan ketat terhadap layanan uji KIR keliling agar tidak disalahgunakan.

Eventbogor.com – Transparansi dalam proses pendaftaran dan pemeriksaan harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan publik.

Eventbogor.com – Masyarakat diimbau untuk tidak menyerahkan uang kepada pihak yang tidak berwenang dan melaporkan jika menemukan praktik mencurigakan.

Eventbogor.com – Laporan dapat disampaikan langsung ke petugas penguji atau melalui saluran pengaduan resmi Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Hari Anak Perempuan Internasional 2025: Saatnya Dukung Generasi Hebat yang Siap Ubah Dunia!

Eventbogor.com – Ke depannya, integrasi sistem digital dalam pendaftaran uji KIR keliling bisa menjadi solusi untuk mengurangi peran calo dan meminimalisasi potensi pungli.

Eventbogor.com – Dengan sistem terbuka dan tercatat, masyarakat dapat memastikan keabsahan proses tanpa perlu khawatir terhadap biaya tambahan yang tidak jelas.

Eventbogor.com – Layanan publik seperti uji KIR keliling harus tetap berjalan sesuai prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan aksesibilitas bagi seluruh masyarakat.

Eventbogor.com – Harapannya, insiden di Leuwiliang menjadi evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola layanan uji kendaraan di Kabupaten Bogor.