EventBogor.com – Kabar duka datang dari Kabupaten Pandeglang, Banten, di mana sebanyak 23 desa dilaporkan terendam banjir sejak Senin, 12 Januari 2026. Bencana ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat setempat, memaksa ratusan keluarga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat yang lebih aman. Ketinggian air yang mencapai hingga satu meter menjadi bukti betapa parahnya dampak banjir kali ini.
Penyebab utama banjir adalah curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan luapan dari beberapa sungai penting seperti Sungai Cilemer, Cikaret, Dayeuh, Cilatak, dan Ciliman. Kondisi ini diperparah dengan potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung hingga 15 Januari 2026, sebagaimana yang telah diprediksi oleh instansi terkait. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga dan pemerintah daerah setempat.
Dampak Luas di 9 Kecamatan
Banjir kali ini tidak hanya berdampak pada satu atau dua desa, melainkan meluas ke sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, Pagelaran, Panimbang, Sobang, dan Saketi. Luasnya area yang terdampak menunjukkan betapa kompleksnya penanganan yang dibutuhkan untuk mengatasi situasi ini. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat bahwa lebih dari 537 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.051 jiwa terkena dampak langsung dari banjir tersebut.
Ketinggian air yang bervariasi antara 20 sentimeter hingga satu meter membuat banyak rumah warga terendam. Bahkan, berdasarkan pendataan sementara, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pandeglang melaporkan sekitar 537 unit rumah terdampak, dengan delapan di antaranya mengalami kerusakan ringan. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat banyak warga yang harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.