EventBogor.com – Jantung Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Bogor, berdebar cemas. Jembatan penghubung vital mereka, urat nadi aktivitas sehari-hari, kini berada di ambang kehancuran. Kondisinya yang lapuk dan rapuh bukan lagi sekadar pemandangan, melainkan ancaman nyata bagi ratusan keluarga.
Bayangkan Anda adalah seorang anak sekolah yang harus melewati jembatan itu setiap pagi. Atau seorang pedagang yang menggantungkan hidupnya pada akses yang rentan tersebut. Setiap langkah, setiap hembusan angin, terasa seperti taruhan nyawa.
Jembatan Rusak: Potret Nyata Keterlambatan Pembangunan
Kerusakan jembatan di Desa Cintamanik bukanlah cerita baru. Kepala Desa Jamaludin telah berulang kali menyuarakan keprihatinannya. Usulan perbaikan telah diajukan, namun nasib jembatan seolah masih menggantung di tali rapuh. Ironisnya, pertanyaan pedas terlontar, “Apa harus menunggu jembatan rubuh dulu baru diperbaiki?” Sebuah tamparan keras bagi mereka yang bertanggung jawab.
Kondisi jembatan yang memprihatinkan ini bukan hanya soal infrastruktur. Ini adalah cermin dari bagaimana pembangunan kadang terasa lambat, bahkan tersendat. Ini adalah pengingat bahwa keputusan yang ditunda bisa berakibat fatal. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk lebih peduli dan bertindak cepat.