Eventbogor.com – Kekeringan musim kemarau di Kabupaten Bogor semakin meluas dan berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih bagi warga.

Di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, sebanyak 1.127 warga kini mengalami krisis air bersih akibat tidak adanya pasokan air dari sumber mata air maupun sumur warga yang telah mengering.

Kondisi ini diperparah oleh curah hujan yang minim selama beberapa bulan terakhir, membuat situasi semakin memprihatinkan bagi masyarakat yang bergantung pada sumber air alami.

Pemerintah setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mulai mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan air bersih secara berkala menggunakan mobil tangki.

Setiap harinya, distribusi dilakukan ke titik-titik yang paling terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Joko Pramudya, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Menurutnya, jumlah desa yang mengalami kekeringan diperkirakan masih bisa bertambah jika musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Kami telah menyiapkan skenario tambahan termasuk mobilisasi lebih banyak armada tangki dan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat air bersih, ujar Joko.

Warga setempat juga diminta untuk ikut berpartisipasi dalam penghematan air dan memanfaatkan air bantuan seefisien mungkin.

Beberapa warga mulai mengandalkan air dari sumur bor darurat yang dibantu oleh relawan dan lembaga sosial lokal.

BACA JUGA :  Kebakaran di Nanggung Bogor Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp150 Juta

Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban warga hingga musim penghujan kembali datang sekitar akhir tahun 2026.

Pemerintah daerah juga mendorong percepatan program penyediaan air bersih jangka panjang, seperti pembangunan instalasi pengolahan air dan sistem perpipaan ke desa-desa terdampak.

Langkah strategis ini menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber air musiman.

Krisis air bersih di Nanggung menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata di wilayah Jawa Barat.

Pemantauan rutin dan sistem peringatan dini akan terus diperkuat untuk mengantisipasi bencana serupa di masa depan.