Eventbogor.com – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, turun langsung meninjau lokasi banjir di Desa Renggasjajar, Kecamatan Cigudeg, pada Minggu dini hari, 19 April 2026.

Pemantauan ini dilakukan sebagai respons cepat atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut akibat hujan deras sejak Sabtu sore.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di sejumlah desa di Kecamatan Cigudeg.

Selain Renggasjajar, banjir juga terjadi di Desa Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Batujajar, Tegalaga, hingga Dago.

Penanganan bencana melibatkan berbagai instansi, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan PMI, yang telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan darurat.

Jaro Ade menyampaikan bahwa pihaknya telah memantau situasi sejak siang hari dan mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Petugas sudah bergerak lebih dulu ke beberapa desa terdampak untuk melakukan penanganan dan pemantauan,” ujarnya.

Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama meluapnya air sungai ke pemukiman warga, menurut penjelasan Jaro Ade.

Hingga dini hari, belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Namun, sejumlah rumah terendam, beberapa kendaraan dilaporkan hilang, dan ada warga yang mengalami trauma pasca-banjir.

Untuk mencegah dampak kesehatan lanjutan, layanan puskesmas diaktifkan selama 24 jam.

Tim medis dari PMI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor siap memberikan penanganan, termasuk rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.

BACA JUGA :  Rumah Dinas Direbut! Kisah Haru Pengosongan 11 Rumah di Bogor

Pemerintah setempat telah menyiapkan tempat pengungsian darurat di sejumlah masjid bagi warga yang rumahnya terdampak parah.

Distribusi bantuan logistik mulai dilakukan sejak malam hari dan akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Pemkab Bogor menjamin koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di musim hujan.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum diverifikasi.

Upaya pencegahan jangka panjang, termasuk normalisasi sungai dan pengelolaan sampah, menjadi fokus penting ke depan.

Pemerintah daerah juga mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah penyumbatan aliran air.