Eventbogor.com – Polemik terkait tarif parkir di RSUD Cibinong atau yang juga dikenal sebagai RSUD Bakti Pajajaran, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini meluas ke isu dugaan pelanggaran privasi.

Isu ini muncul setelah Sahat JTD, warga yang mengunggah keluhan mengenai tarif parkir yang viral di media sosial, menyatakan bahwa pihak vendor pengelola parkir, PT Baraya, diduga mendatangi rumah orang tuanya tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Sahat melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sahatj0607, pada Senin, 6 April 2026.

Dalam keterangannya, Sahat menyebut bahwa tiga orang yang mengaku perwakilan dari PT Baraya datang ke kediaman orang tuanya saat dirinya dan saudaranya sedang tidak berada di rumah.

Kedatangan tersebut dilakukan tanpa komunikasi awal, padahal kedua orang tuanya sedang dalam kondisi sakit.

Sahat menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak etis, terlebih karena pihak vendor kemudian mengunggah video kunjungan tersebut tanpa izin dari keluarga.

Ia menilai unggahan video itu terkesan sebagai upaya pencitraan, seolah-olah telah terjadi permintaan maaf dari pihaknya kepada vendor.

Padahal, menurut Sahat, tidak ada permintaan maaf yang dilakukan oleh keluarganya, dan mereka sama sekali tidak menyetujui dokumentasi tersebut untuk dipublikasikan.

Hal ini menurutnya merupakan bentuk pelanggaran privasi yang serius, mengingat data alamat rumah tidak seharusnya bisa diakses secara sembarangan.

Sahat mempertanyakan bagaimana PT Baraya bisa mengetahui lokasi kediamannya, mengingat data awal hanya disampaikan kepada pihak RSUD Cibinong.

BACA JUGA :  MBG Jakarta: 60% Terlaksana, Optimisme Capai Target Mei 2026

Ia menyatakan bahwa pihak PT Baraya tidak pernah menghubunginya secara langsung sebelum kedatangan tersebut.

Karena itu, ia meminta kejelasan mengenai asal-usul informasi pribadi tersebut dan menuntut pertanggungjawaban atas potensi penyalahgunaan data.

Meski merasa dirugikan, Sahat menyatakan keterbukaannya untuk berdialog secara langsung dengan pihak PT Baraya, asalkan dilakukan secara profesional dan etis.

“Kalau ingin bertemu dan berdiskusi, silakan hubungi saya secara baik-baik,” ujarnya.

Ia juga menyatakan menunggu penjelasan resmi dari PT Baraya terkait insiden ini.

Hingga artikel ini ditulis, pihak PT Baraya belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan pelanggaran privasi maupun upaya pencitraan melalui unggahan video tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik sebagai contoh potensi penyalahgunaan data pribadi dalam penanganan kritik publik, terutama di era digital.

Warga Bogor dan pengguna media sosial diharapkan lebih waspada terhadap penyebaran informasi pribadi, sementara instansi dan vendor layanan publik dituntut lebih transparan dan menghormati hak privasi masyarakat.

Eventbogor.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan update secara berkala.