EventBogor.com – Kabar duka bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bogor kembali mengemuka. Di tengah janji perbaikan dan kucuran dana, sejumlah sekolah justru terpuruk dalam kondisi memprihatinkan. Mulai dari fasilitas rusak parah hingga ancaman penutupan lembaga pendidikan, pertanyaan besar kini menggantung: Ke mana sebenarnya anggaran pendidikan dialokasikan?
Sekolah dalam Pusaran Masalah: Antara Janji dan Kenyataan
Bayangkan anak-anak di SDN Gunung Picung 4, Pamijahan. Mereka belajar di ruang kelas yang nyaris tak layak. Plafon bolong menganga, meja dan kursi tak memadai. Mereka, generasi penerus bangsa, harus berjuang keras menimba ilmu dalam keterbatasan. Mirisnya, kondisi ini terjadi di tengah gelontoran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan sekitar. Bukankah seharusnya ada perubahan?
Kenyataan pahit juga dialami TK Lentera Jaya Makmur di Cigudeg. Sekolah gratis yang menampung 40 anak usia dini ini terancam tutup. Penyebabnya? Penutupan tambang andesit yang selama ini menjadi sumber dana CSR. Para guru, meski tanpa gaji, tetap berjuang. Sebuah dedikasi luar biasa, namun bagaimana nasib mereka selanjutnya?