EventBogor.com – Cibinong, Kabupaten Bogor. Bayangkan Anda sebagai warga yang punya ide brilian untuk desamu. Anda semangat datang ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), berharap aspirasi didengar. Tapi, apa jadinya jika forum itu ternyata hanya sebuah ‘pertunjukan’ belaka, tanpa kehadiran wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan suara Anda?
Itulah potret yang mengemuka dalam sorotan tajam terhadap pelaksanaan Musrenbang di Kabupaten Bogor. LBH dan Kajian Strategis Kawal Transparansi dan Reformasi Kabupaten Bogor, Nurdin Ruhendi, mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan: banyak anggota DPRD yang absen dalam Musrenbang tingkat kecamatan tahun ini.
Ironi di Ruang Aspirasi
“Ini ironi. Musrenbang adalah ruang rakyat, tapi wakil rakyat justru tidak hadir. Lalu aspirasi itu diserap dari mana?” tegas Nurdin. Pertanyaan ini menampar telak, menyiratkan bahwa ada jurang pemisah antara janji dan kenyataan. Musrenbang, yang seharusnya menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah, justru terancam menjadi formalitas belaka.
Absennya anggota DPRD bukan hanya sekadar ketidakhadiran fisik. Lebih dari itu, ini adalah indikasi lemahnya komitmen dalam menjalankan fungsi representasi. Mereka yang seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat, justru memilih absen di saat krusial. Padahal, Musrenbang kecamatan adalah ‘gerbang’ awal dalam menentukan arah pembangunan daerah.