EventBogor.com – Jakarta bergerak! Gubernur Pramono Anung membentuk tim khusus (Timsus) untuk memburu ikan sapu-sapu di sungai-sungai ibu kota. Langkah ini bukan hanya soal ‘bersih-bersih’ biasa, tapi sebuah upaya krusial menjaga ekosistem sungai. Tapi, kenapa ikan sapu-sapu jadi musuh utama, dan apa efeknya bagi kita?
Ikan Sapu-Sapu: Si Pendatang yang Merusak
Bayangkan sungai sebagai taman indah. Lalu, datanglah ikan sapu-sapu, si ‘pembersih’ yang ternyata lebih merusak daripada memperbaiki. Ikan ini memang doyan memakan lumut dan sisa makanan, tapi pertumbuhannya yang pesat dan kemampuannya menguasai habitat membuat ikan asli sungai terpinggirkan. Pramono menyebut, dominasi ikan sapu-sapu di beberapa sungai Jakarta sudah mencapai 60%! Artinya, potensi kerusakan ekosistem semakin besar.
Kenapa ini penting sekarang? Populasi ikan sapu-sapu yang tak terkendali bisa merusak kualitas air, mengurangi keanekaragaman hayati, dan bahkan berdampak pada kesehatan manusia. Ikan ini memiliki kadar residu yang tinggi, berbahaya jika dikonsumsi. Lebih jauh, sungai yang sehat adalah fondasi bagi kehidupan kota. Air bersih, lingkungan asri, dan potensi bencana banjir yang berkurang, semua terkait erat dengan kondisi sungai.
Timsus: Senjata Baru untuk Melawan
Timsus yang dibentuk akan diisi oleh tenaga Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Mereka akan bertugas secara khusus menangkap ikan sapu-sapu secara rutin. Ini bukan pekerjaan mudah. Ikan sapu-sapu dikenal sangat produktif. Sekali bertelur, bisa menghasilkan ribuan anakan. Maka, penangkapan rutin adalah kunci untuk mengendalikan populasi mereka.
Pemerintah Jakarta juga tidak tinggal diam. Langkah ini sejalan dengan upaya KKP yang mengembangkan pengolahan ikan sapu-sapu menjadi pupuk organik dan pakan ternak. Ini adalah solusi cerdas, memanfaatkan ‘musuh’ menjadi sumber daya yang berguna.
