JAKARTA, DISWAY.ID – Setelah merayakan Lebaran, umat muslim memiliki kesempatan untuk terus memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah di bulan April 2026.

Ada beberapa jenis puasa sunnah yang bisa diamalkan sepanjang bulan tersebut, mulai dari puasa Ayyamul Bidh, Senin Kamis, Daud, hingga Syawal.

Menariknya, puasa-puasa ini bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan niat yang tulus.

Dikutip dari BAZNAS, puasa sunnah dilakukan secara sukarela, tidak wajib, namun pahalanya sangat besar bagi yang melaksanakannya.

Keutamaannya berbeda dengan puasa wajib seperti di bulan Ramadhan, meski tak menggantikan kewajiban, amalan ini bisa menyempurnakan ibadah seorang muslim.

Selain mendekatkan diri kepada Allah, puasa sunnah juga diyakini bisa membersihkan jiwa, menghapus dosa, dan meneladani langsung sunnah Nabi Muhammad SAW.

Salah satu dalil yang menunjukkan besarnya ganjaran ini adalah hadis qudsi riwayat Bukhari.

Dalam hadis tersebut, Allah berfirman bahwa hamba-Nya yang rajin beramal sunnah akan semakin dekat dengan-Nya, hingga akhirnya Allah mencintainya.

Ketika Allah sudah mencintai hamba-Nya, maka seluruh anggota tubuhnya akan diberi petunjuk, dan doa-doanya pun lebih mudah dikabulkan.

Inilah yang membuat banyak muslim bersemangat menjalankan puasa sunnah meskipun tidak diwajibkan.

Puasa Syawal menjadi salah satu yang paling ditunggu setelah Lebaran, karena memiliki keistimewaan luar biasa.

BACA JUGA :  Eventbogor.com - Pemkab Bogor Fokus Kembangkan Kawasan Ekonomi Baru di Cigudeg dan Sukamakmur

Dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, puasa ini konon setara dengan pahala satu tahun berpuasa penuh jika dikerjakan secara konsisten.

Niat puasa Syawal: ‘Nawaitu shauma ghadin min syahri syawal sunnatan lillahi ta’ala’ yang artinya ‘Saya berniat puasa esok hari di bulan Syawal, sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.’

Selain Syawal, puasa Ayyamul Bidh juga bisa dilakukan di bulan April 2026, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah.

Bulan Syawal 1447 H jatuh sekitar pertengahan April 2026, sehingga Ayyamul Bidh-nya bisa jatuh pada akhir April, tergantung penentuan hisab.

Niat puasa Ayyamul Bidh: ‘Nawaitu shauma ayyamil bidhi sunnatan lillahi ta’ala’ yang berarti ‘Saya berniat puasa hari putih, sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.’

Puasa Senin Kamis juga tetap bisa dilaksanakan seperti biasa, mengikuti jadwal harian yang jatuh setiap pekan.

Nabi Muhammad SAW sendiri rutin melaksanakan puasa ini, karena amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah pada hari-hari tersebut.

Niat puasa Senin: ‘Nawaitu shauma yaumal itsnain sunnatan lillahi ta’ala’ artinya ‘Saya berniat puasa hari Senin, sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.’

Sedangkan untuk Kamis: ‘Nawaitu shauma yaumal khamis sunnatan lillahi ta’ala’.

Tak kalah istimewa, puasa Daud juga bisa dijalankan secara berkala, yaitu satu hari puasa, satu hari tidak, sesuai yang dicontohkan Nabi Daud AS.

BACA JUGA :  BTS Siap Guncang Dunia Musik 2026: Album Baru & Tur Spektakuler!

Puasa ini disebut sebagai puasa paling utama di sisi Allah karena dilakukan dengan ritme yang seimbang antara ibadah dan istirahat.

Niat puasa Daud: ‘Nawaitu shauma yaumin ba’da yaumin sunnatan lillahi ta’ala’ yang berarti ‘Saya berniat puasa sehari setelah sehari, sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.’

Meski tidak wajib, keempat puasa sunnah ini bisa menjadi momentum spiritual setelah Ramadhan berakhir.

Bagi yang ingin menjaga momentum ibadah pasca-Lebaran, April 2026 bisa jadi waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan baru yang lebih dekat dengan sunnah.

Yang terpenting, niat harus lurus, bukan karena kebiasaan atau tekanan sosial, tapi semata-mata untuk mencari ridha Allah.

Dengan begitu, setiap pahala yang didapat bukan sekadar angka, tapi bekal nyata untuk kehidupan setelah dunia ini berakhir.