Eventbogor.com –

Kondisi jalan di Kampung Citumbuk, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kini menjadi perhatian serius masyarakat setempat akibat kerusakan parah yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Ruas jalan ini, yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan akses utama, kini dinilai sebagai jalur berisiko tinggi karena kondisinya yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Kerusakan jalan di Citumbuk Nanggung Bogor tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga telah memicu sejumlah kecelakaan berulang dengan frekuensi yang mengkhawatirkan.

Warga melaporkan bahwa insiden kecelakaan terjadi hampir setiap pekan, terutama dialami pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di kawasan tersebut.

Penyebab utama kecelakaan diduga kuat berasal dari kondisi jalan yang sempit, bergelombang, dan dipenuhi batu-batu besar akibat kerusakan permukaan.

Kendaraan menjadi rentan kehilangan kendali, terutama saat melintasi turunan tajam atau saat hujan membuat permukaan jalan licin.

Faktor drainase yang buruk turut memperparah kondisi jalan di Citumbuk Nanggung Bogor.

Saluran air di sepanjang ruas jalan dilaporkan tersumbat oleh material tanah dan endapan, menyebabkan air meluap ke badan jalan saat hujan.

Genangan air ini mempercepat kerusakan struktur jalan dan menciptakan lubang-lubang dalam yang membahayakan pengguna kendaraan.

Beberapa kendaraan bahkan dilaporkan terguling akibat tidak sempat menghindari lubang atau kehilangan traksi di permukaan jalan yang rusak.

Kejadian ini bukan insiden terisolasi, melainkan pola yang terus berulang tanpa ada penanganan signifikan dari pihak terkait.

BACA JUGA :  ESDM: BBM Etanol 5 Persen Wajib Mulai Juli 2026!

Warga setempat menyampaikan kekecewaan atas minimnya respons dari instansi pemerintah terhadap keluhan yang telah disampaikan secara berulang.

Mereka menilai bahwa kondisi ini mencerminkan kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur dasar di wilayah pelosok.

Koharudin, Ketua KNPI Kecamatan Nanggung, turut angkat suara mengenai persoalan ini dan menekankan pentingnya tindakan segera dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Ia menilai bahwa perbaikan darurat seperti tambal sulam tidak lagi memadai untuk mengatasi kerusakan yang sudah mencapai tingkat kritis.

“Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai korban terus berjatuhan setiap minggu,” ujar pria yang akrab disapa Koko itu, Selasa (28/4/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan urgensi perbaikan infrastruktur yang tidak hanya bertujuan memulihkan akses jalan, tetapi juga menjamin keselamatan warga dan pengguna jalan lainnya.

Desakan warga kian menguat, dengan harapan agar pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran dan menurunkan tim teknis untuk mengevaluasi kondisi lapangan.

Langkah konkret seperti normalisasi drainase, perlebaran jalan, dan penguatan struktur dasar jalan menjadi prioritas yang harus segera diwujudkan.

Tanpa intervensi cepat dan komprehensif, dikhawatirkan jumlah korban kecelakaan akan terus meningkat seiring dengan memburuknya kondisi jalan di Citumbuk Nanggung Bogor.

Masyarakat berharap tahun 2026 menjadi momentum perbaikan nyata bagi infrastruktur di kawasan terdampak, khususnya dalam mendukung konektivitas dan kesejahteraan warga pedesaan.