Eventbogor.com –
Mahasiswi Telkom University, Nadira Az-Zahra (21), yang sempat dilaporkan hilang sejak Selasa (30/6/2026), telah ditemukan dalam keadaan sehat dan aman.
Kabar ini disampaikan langsung oleh pihak kampus melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (2/7/2026).
Pencarian terhadap Nadira sempat menjadi perhatian publik setelah keluarga melaporkan kehilangan kontak dan unggahan media sosial yang menyebutkan kekhawatiran atas keselamatannya.
Setelah proses pencarian intensif melibatkan keluarga, pihak kampus, dan komunitas mahasiswa, Nadira berhasil ditemukan di luar wilayah Bandung dalam kondisi baik.
Rektor Telkom University, Adiwijaya, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penemuan tersebut.
“Kami bersyukur Nadira ditemukan dalam keadaan sehat dan stabil secara psikologis,” ujarnya.
Pihak kampus juga menegaskan bahwa Nadira tidak mengalami tindak pidana atau kekerasan apapun selama masa keberadaannya yang tidak terlacak.
Saat ini, Nadira telah dipertemukan kembali dengan keluarganya dan mendapatkan pendampingan psikologis dari layanan konseling kampus.
Pencarian sempat memicu gelombang dukungan dari masyarakat, terutama melalui media sosial dengan tagar #CariNadira yang sempat menjadi trending di beberapa platform.
Manajemen Telkom University mengimbau masyarakat untuk menghormati privasi Nadira dan keluarga selama proses pemulihan emosional berlangsung.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran komunitas dalam membantu pencarian individu yang hilang, sekaligus menunjukkan efektivitas kolaborasi antarpihak dalam menyelesaikan situasi kritis.
Pihak kampus juga berencana untuk memperkuat sistem pelaporan dan respons cepat bagi mahasiswa yang mengalami gangguan kesehatan mental atau kesulitan pribadi di masa mendatang.
Dengan ditemukannya Nadira, pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini resmi ditutup tanpa adanya tindak lanjut hukum.
Komunitas mahasiswa dan alumni Telkom University turut mengungkapkan rasa lega dan memberikan dukungan moral melalui unggahan media sosial.
Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap kesehatan mental dan keamanan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
